Selamat Gus Yahya
Senin, 27 Desember 2021 - 18:22 WIB
loading...
A
A
A
Peranan Bisnis dalam Mendorong Ekonomi
Kemampuan teknis dan kemampuan memahami persoalan yang tengah diselesaikan memang menjadi hal wajib untuk ditempatkan sebagai fokus dalam bisnis. Keduanya memiliki peran penting dalam membawa bisnis satu langkah ke depan. Meski demikian, bisnis tidak hanya soal itu, pelaku bisnis perlu terhubung dengan banyak pihak selain pelanggan. Seperti halnya terhubung dengan investor, dengan sesama penggiat bisnis atau bisa disebut dengan komunitas, dan lain-lain. Artinya, bisnis butuh mengembangkan jaringan, baik dalam rangka mendapat wawasan dari banyak sudut pandang, atau hanya untuk menambah relasi yang bisa menjadi awal kolaborasi.
Bisnis tanpa sebuah jaringan atau networking adalah sebuah hal yang mustahil. Kenyataannya, setiap bisnis selalu memerlukan jaringan karena sebuah bisnis tidak dapat berdiri sendiri. Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika sebuah perusahaan memiliki banyak jaringan, diantaranya mampu meningkatkan penjualan, menambah koneksi dan relasi, menjadi solusi bagi persoalan bisnis, menambah wawasan atau memperluas pengetahuan bisnis.
Sebagai ormas islam terbesar, NU memiliki modal dasar yang luar biasa untuk mengembangkan kewirausahaan. Modal tersebut berupa jaringan raksasa ribuan pondok pesantren yang menyebar hingga pelosok-pelosok negeri. Warga NU yang mencapai 70 juta lebih memiliki potensi cukup besar dalam mengembangkan kewirausahaan. Jaringan warga NU, termasuk di dalamnya pesantren, bisa menjadi basis energi yang luar biasa. Apabila dapat memilih bidang usaha yang tepat dan dikelola dengan tepat, maka para saudagar muslim di Indonesia akan mampu memetik buah kesuksesan dan keberhasilan.
Bersama potensi besar yang dimiliki warga NU dalam mengembangkan wirausaha, namun tetap juga perlu selalu memegang beberapa pedoman dan prinsip kerja yang dicontohkan Rasulullah yakni jujur (shiddiq), bertanggung jawab (amanah), transparan (tabligh), dan profesional (fathanah). Prinsip-prinsip ini sebenarnya adalah rahasia sukses dalam kehidupan dalam bidang apapun. Kesuksesan dan keberhasilan akan mudah digapai apabila prinsip-prinsip tersebut mampu diterapkan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam mengelola unit usaha, baik di lingkungan pondok pesantren maupun di luar pesantren. Semoga.
Kemampuan teknis dan kemampuan memahami persoalan yang tengah diselesaikan memang menjadi hal wajib untuk ditempatkan sebagai fokus dalam bisnis. Keduanya memiliki peran penting dalam membawa bisnis satu langkah ke depan. Meski demikian, bisnis tidak hanya soal itu, pelaku bisnis perlu terhubung dengan banyak pihak selain pelanggan. Seperti halnya terhubung dengan investor, dengan sesama penggiat bisnis atau bisa disebut dengan komunitas, dan lain-lain. Artinya, bisnis butuh mengembangkan jaringan, baik dalam rangka mendapat wawasan dari banyak sudut pandang, atau hanya untuk menambah relasi yang bisa menjadi awal kolaborasi.
Bisnis tanpa sebuah jaringan atau networking adalah sebuah hal yang mustahil. Kenyataannya, setiap bisnis selalu memerlukan jaringan karena sebuah bisnis tidak dapat berdiri sendiri. Banyak manfaat yang dapat diperoleh jika sebuah perusahaan memiliki banyak jaringan, diantaranya mampu meningkatkan penjualan, menambah koneksi dan relasi, menjadi solusi bagi persoalan bisnis, menambah wawasan atau memperluas pengetahuan bisnis.
Sebagai ormas islam terbesar, NU memiliki modal dasar yang luar biasa untuk mengembangkan kewirausahaan. Modal tersebut berupa jaringan raksasa ribuan pondok pesantren yang menyebar hingga pelosok-pelosok negeri. Warga NU yang mencapai 70 juta lebih memiliki potensi cukup besar dalam mengembangkan kewirausahaan. Jaringan warga NU, termasuk di dalamnya pesantren, bisa menjadi basis energi yang luar biasa. Apabila dapat memilih bidang usaha yang tepat dan dikelola dengan tepat, maka para saudagar muslim di Indonesia akan mampu memetik buah kesuksesan dan keberhasilan.
Bersama potensi besar yang dimiliki warga NU dalam mengembangkan wirausaha, namun tetap juga perlu selalu memegang beberapa pedoman dan prinsip kerja yang dicontohkan Rasulullah yakni jujur (shiddiq), bertanggung jawab (amanah), transparan (tabligh), dan profesional (fathanah). Prinsip-prinsip ini sebenarnya adalah rahasia sukses dalam kehidupan dalam bidang apapun. Kesuksesan dan keberhasilan akan mudah digapai apabila prinsip-prinsip tersebut mampu diterapkan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam mengelola unit usaha, baik di lingkungan pondok pesantren maupun di luar pesantren. Semoga.
(abd)