Puteri Komarudin Minta Pemerintah Aktif Laporkan Dana Corona
Kamis, 04 Juni 2020 - 16:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Puteri, sektor UMKM menyerap 97-98% lapangan kerja dan industri di Indonesia sekitar 90%-an juga masih industri skala UMKM.
"Jadi ketika pada krisis 2008 UMKM kita mampu bertahan maka harus didorong untuk bisa bertahan di krisis tahun ini," urainya.
Disinggung mengenai kebijakan new normal atau pola hidup baru berdampingan dengan Covid-19, Puteri mengatakan pelaksanaan new normal harus disertai protokol kesehatan yang komprehensif.
"Ketentuan dalam protokol kesehatan ini harusnya dibahas bersama-bersama dan dibuat setransparan mungkin antar- stakeholder terkait sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman atau berita yang yang berbeda dari masing-masing pelaksana kebijakan," katanya.
Pihaknya juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan juga pendapat dari kalangan masyarakat, akademisi dan dunia usaha yang sangat terdampak pandemi Covid-19.
"Kebijakan akan optimal dan efektif apabila ada kesepahaman antara semua pemangku kebijakan. Hal ini yang menurut saya pribadi membuat kebijakan kurang optimal karena banyaknya tafsiran yang berbeda-beda tersebut. Kita harus bisa belajar dari kesalahan yang lalu dalam pelaksanaan new normal ini," urainya.
"Jadi ketika pada krisis 2008 UMKM kita mampu bertahan maka harus didorong untuk bisa bertahan di krisis tahun ini," urainya.
Disinggung mengenai kebijakan new normal atau pola hidup baru berdampingan dengan Covid-19, Puteri mengatakan pelaksanaan new normal harus disertai protokol kesehatan yang komprehensif.
"Ketentuan dalam protokol kesehatan ini harusnya dibahas bersama-bersama dan dibuat setransparan mungkin antar- stakeholder terkait sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman atau berita yang yang berbeda dari masing-masing pelaksana kebijakan," katanya.
Pihaknya juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan juga pendapat dari kalangan masyarakat, akademisi dan dunia usaha yang sangat terdampak pandemi Covid-19.
"Kebijakan akan optimal dan efektif apabila ada kesepahaman antara semua pemangku kebijakan. Hal ini yang menurut saya pribadi membuat kebijakan kurang optimal karena banyaknya tafsiran yang berbeda-beda tersebut. Kita harus bisa belajar dari kesalahan yang lalu dalam pelaksanaan new normal ini," urainya.
(dam)
Lihat Juga :