Fantasi Pembunuh dan Pembangun Karakter Bangsa

Jum'at, 29 Oktober 2021 - 07:12 WIB
loading...
Fantasi Pembunuh dan...
Fantasi Pembunuh dan Pembangun Karakter Bangsa
A A A
Anton Suparyanta
Esais, Buruh Perbukuan di PT Penerbit Intan Pariwara

Masihkah Anda terngiang selebrasi supremasi Piala Thomas Cup nyaris dua dasa warsa baru bisa dibawa kembali ke Tanah Air? Anak bungsuku balik menimpalinya menohok, “Bertanding susah payah begitu kok dicibir to, Pa?”

baca juga: Pelajar Terlibat Demo Anarkistis, Pendidikan Karakter Dinilai Gagal

Aku terpaku. Kuarahkan respons pertanyaan itu ke peranti Mbah Google dan YouTube. Begitu lincah bungsuku berselancar. Aku enggan mencekoki nalar anak dengan doktrin sepihak, yaitu SARA. Biarlah bungsuku berdaulat dengan literasi digital. Betapa tidak! Ini gimik karakter yang lebih edukatif untuk eranya ketimbang gaya orasi intelek yang kupaparkan. Beda generasi, beda era, beda pola pikir, beda peranti, dan ujung-ujungnya beda karakter.

Alih-alih, masih terngiang pejabat negara yang kapasitasnya diorbitkan menjadi duta rakyat, tetiba riuh indekos di bui. Nah! Kini giliran istriku berseloroh, “Suka cita, untung malang, sehat sakit memanglah pasangan setia. Jangan coba-coba diceraikan. Begitu juga dengan pasangan si pejabat itu, ada saat menanam, ada saat menuai. Panenlah sejoli di bui!”

Aku pun mendehem. “Seronok kali itu duta rakyat, tapi rakyat yang mana,” lanjutku membatin sembari menata esai ini. Lagi-lagi ujungnya gimik fulus, cuan besar, dan tersandung karakter. Lha kalau aparat penegak negara merampas kelamin liyan atau bergumul dengan PSK? Ini kelainan, bukan karakter.

baca juga: Menjawab Potensi Konflik dengan Pendidikan Berbasis Hati

Hakikinya kasus-kasus ini menodai edukasi murni, dunia pendidikan yang sejati. Masihkah terngiang inti pendidikan adalah belajar moral dan intelektual? Kiwari moralitas jelas dibuang dan disingkirkan. Cuma sasar tembak intelektual yang selalu diburu. Ujung-ujungnya, sungguh tersesat, pemeringkatan menjadi laku utama.

Apalagi kiprah pendidikan terkini sedang menderita degradasi mental atau krisis karakter bagi para pelajar. Kasus ini menjadi stigma atau cacat-pikir dan kontraproduktif terhadap penumbuhan karakter yang berawal dari sekolah. Penggalakannya perlu mendapatkan aksi nyata yang serius. Bukan hanya diwacanakan atau selalu dinarasikan tataran Peraturan Menteri. Begitu gawatkah?

Sampai hari ini wajah bangsa dicap karut-marut. Kusut, kacau, rusuh, banyak bohong dan dusta. Opini dan wacana terlaris untuk konteks karut-marut ini adalah mengelap-lap karakter. Karakter bangsa diunggah. Karakter digosok lagi agar wingko katon kencono, bukan kencono katon wingko. Mengutip petuah Ir Soekarno, elan vital ’roh’ berbangsa harus ’dibangun-bangunkan, dibangkit-bangkitkan, dan dihidup-hidupkan’ kembali. Betapa tidak?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rekomendasi
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
9 Fakta Diplomasi Ayat...
9 Fakta Diplomasi Ayat Suci Al-Quran pada Pemakaman Khamenei, Kirim Sinyal Bedakan Siapa Sekutu dan Musuh
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Berita Terkini
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
Kasus Syah Afandin Jadi...
Kasus Syah Afandin Jadi Alarm, Anggaran Pendidikan Masih Ladang Korupsi
Korupsi Seragam Sekolah...
Korupsi Seragam Sekolah oleh Bupati Langkat Rugikan Orang Tua Murid
Hari Ini Prabowo dan...
Hari Ini Prabowo dan PM Singapura Bertemu Bahas Kerja Sama Bilateral hingga Isu Global
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
6 Brigjen Pol Dimutasi...
6 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Lemdiklat Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved