Fantasi Pembunuh dan Pembangun Karakter Bangsa

Jum'at, 29 Oktober 2021 - 07:12 WIB
loading...
A A A
baca juga: 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Kualitas Pendidikan Masih Stagnan

Bangsa kita telah terjebak lingkaran setan untuk berbuat dan bersikap. Bangsa kita telanjur asyik bermain labirin sekaligus terperosok di dalamnya. Wakil rakyat meninggalkan aspirasi rakyat. Menggagas negara demi kepentingan partai. Gerak-gerik penggagas bangsa jadi serbasalah dan keki. Ini menandakan ada sistem politik berbangsa yang jelas salah, tetapi nekat diakrabi. Labirin ini menjangkiti sendi-sendi ipoleksosbud hankamnas. Sayang, bangsa kita terlena. Teledor. Gagal mengawal kewaspadaan bersama.

Membangun Karakter

Mari menanam budi pekerti. Mari menumbuhkan pribadi berkarakter. Ajakan akbar ini mencuat dalam gelaran berbagai seminar yang bertema pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa. Mental anak bangsa telanjur anjlok dalam sistem karut-marut. Arus zaman edan ala neoliberal makin menggila, diguyur lagi era homo digitalis.

Para wakil rakyat memilih tabiat ewuh aya, hipokrit. Lucunya, semua underan karakter bangsa justru dikembalikan ke jati diri keluarga kita masing-masing selagi betah mengarungi rumah besar yang bernama Indonesia. Perlukah revolusi lagi manakala reformasi hanya gigit jari? Dasarnya gamblang bahwa wawasan rumah besar Indonesia itu jelas dituliskan dalam empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI).

baca juga: 8.053 Guru Penggerak Angkatan 4 Jalani Pendidikan, Ini Harapan Nadiem

Siapa lagi yang masih peduli, patuh komitmen, teguh militansi untuk membangun karakter yang ambruk ini kalau bukan ranah keluarga? Bukankah empat pilar kebangsaan kita sekarang ini hanya dijadikan aksesori belaka? Di kemanakan eksistensi integritas? Perlukah kita selalu berkaok koar tentang pakta integritas? Nah, menyampah lagi, kan?

Membangun karakter berarti butuh proses. Ada usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan membentuk tabiat, watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak insan manusia sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berlandaskan adinilai Pancasila. Inilah moral dasar kita. Tetapi mengapa disepelekan, dianggap remeh, gampang, dan kuno? Bahkan, ada pengemban kebijakan ranah pendidikan kita berusaha mendepaknya.

Ambil satu contoh, budi pekerti yang disempurnakan dengan pendidikan moral Pancasila (PMP) dan pedoman penghayatannya (P4) ’dibunuh’, meskipun kali ini masih tersiar PPKn yang direduksi menjadi PKn. Alih-alih, kini tertatih-tatih lagi dengan nama PKn dan Budi Pekerti. Benar-benar ibarat terserang sindrom “sisipus” pendidikan karakter untuk para intelek bangsa kita.

10 Pembunuh Karakter
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
5 Peserta Meninggal...
5 Peserta Meninggal Dunia, Kemhan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
SDH Depok Komitmen Bangun...
SDH Depok Komitmen Bangun Pendidikan Karakter hingga Pengembangan Kepemimpinan
Rekomendasi
7 Fakta di Balik Brasil...
7 Fakta di Balik Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Kenapa Para Jenderal...
Kenapa Para Jenderal Iran Bersumpah Akan Balas Dendam atas Kematian Khamenei?
Berita Terkini
Oleh Soleh Dukung Perpres...
Oleh Soleh Dukung Perpres 111/2025: LGBTQ Sudah Jadi Ancaman Nonmiliter
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
DPR Soroti Maraknya...
DPR Soroti Maraknya Kampanye LGBT, Dinilai Bisa Ganggu Ketahanan Nasional
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
Kasus Syah Afandin Jadi...
Kasus Syah Afandin Jadi Alarm, Anggaran Pendidikan Masih Ladang Korupsi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved