Jokowi Rangkul PAN, Pengamat Curigai Ada Kepentingan Voting di Parlemen
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 06:23 WIB
loading...
Pengamat Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio Hendri mengaku curiga bergabungnya PAN bahwa Jokowi ada kepentingan untuk memperkuat suara di Parlemen. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pada Rabu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang partai koalisi pendukungnya yang ada di Parlemen. Dimana PAN pun ikut bertemu Jokowi di Istana dengan pimpinan partai koalisi lainnya.
Hal tersebut menandakan bahwa PAN masuk koalisi pemerintah. Banyak pihak mempertanyakan kenapa baru sekarang masuk koalisi. Baca juga: Demokrat: Bergabungnya PAN Mengafirmasi Agenda Amendemen Periode Jabatan Presiden
“Kenapa sekarang? Ya Pemerintahan Jokowi yang maunya sekarang PAN masuk. Ini karena ada kebutuhan dan keperluan. Kalau PAN-nya kan udah lama pengen masuk koalisi,” ujar Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, Sabtu (28/8/2021).
Hendri mengaku curiga bahwa Jokowi ada kepentingan untuk memperkuat suara di Parlemen. Menurutnya, ada kemungkinan agenda voting terkait suatu hal di Parlemen.
“Nah kalau kita lihat kemarin kan sebetulnya yang diundang itu kan partai-partai politik yang ada di Parlemen aja. Pendukungnya Pak Jokowi yang enggak masuk Parlemen kan tidak diundang. Saya memprediksi ada kaitannya unsur kekuatan untuk voting,” jelasnya.
Hal tersebut menandakan bahwa PAN masuk koalisi pemerintah. Banyak pihak mempertanyakan kenapa baru sekarang masuk koalisi. Baca juga: Demokrat: Bergabungnya PAN Mengafirmasi Agenda Amendemen Periode Jabatan Presiden
“Kenapa sekarang? Ya Pemerintahan Jokowi yang maunya sekarang PAN masuk. Ini karena ada kebutuhan dan keperluan. Kalau PAN-nya kan udah lama pengen masuk koalisi,” ujar Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, Sabtu (28/8/2021).
Hendri mengaku curiga bahwa Jokowi ada kepentingan untuk memperkuat suara di Parlemen. Menurutnya, ada kemungkinan agenda voting terkait suatu hal di Parlemen.
“Nah kalau kita lihat kemarin kan sebetulnya yang diundang itu kan partai-partai politik yang ada di Parlemen aja. Pendukungnya Pak Jokowi yang enggak masuk Parlemen kan tidak diundang. Saya memprediksi ada kaitannya unsur kekuatan untuk voting,” jelasnya.
Lihat Juga :