Menjaga Keseimbangan di Antara Hegemoni AS-China
Rabu, 04 Agustus 2021 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Dengan kebangkitan China, hubungan Sino-AS telah menjadi semakin penting dan mungkin berbahaya bagi stabilitas keamanan kawasan. Kontestasi politik dan keamanan yang sudah usai dengan berakhirnya Perang Dingin, secara langsung belum mampu – secara lama – menjadikan AS sebagai negara adi daya yang selalu bisa mangatur dunia secara “tunggal”. Hadinya China memberikan alternatif dalam interaksi keamanan regional. Akibatnya pergeseran ini memicu perdebatan kontemporer bagaimana mengelola konflik dan hegemoni antar dua kekuatan tersebut (Al Syahrin, 2018).
Director of the New Zealand Contemporary China Research Center, Victoria University, Dr Jason Young mengatakan dalam webinar CSEAS, karena persaingan antara China dan AS untuk hegemoni regional di Asia, negara-negara Asia tidak boleh bergabung hanya dengan satu kekuatan besar. Mereka harus melibatkan keduanya dan menjaga keseimbangan.
"Ancaman terhadap negara-negara Asia, dalam hal munculnya China sebagai kekuatan besar dan persaingan kekuatan besar untuk hegemoni di kawasan, adalah jika Asia menjadi Asia tanpa Amerika Serikat, itu akan menjadi luar biasa bermasalah. Karena tidak akan ada kekuatan besar untuk menyeimbangkan China,” kata Young.
Peningkatan persaingan perebutan pengaruh di Asia Pasifik antara AS dan China hendaknya tidak mengurangi atau mengubah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Sikap Indonesia, sebagai salah satu negara di Asia harus jelas jangan terperangkap sampai masuk dalam kekuatan baik China maupun AS, tanpa mengurangi manfaat ekonomi bagi Indonesia dari persaingan pengaruh tersebut.
Director of the New Zealand Contemporary China Research Center, Victoria University, Dr Jason Young mengatakan dalam webinar CSEAS, karena persaingan antara China dan AS untuk hegemoni regional di Asia, negara-negara Asia tidak boleh bergabung hanya dengan satu kekuatan besar. Mereka harus melibatkan keduanya dan menjaga keseimbangan.
"Ancaman terhadap negara-negara Asia, dalam hal munculnya China sebagai kekuatan besar dan persaingan kekuatan besar untuk hegemoni di kawasan, adalah jika Asia menjadi Asia tanpa Amerika Serikat, itu akan menjadi luar biasa bermasalah. Karena tidak akan ada kekuatan besar untuk menyeimbangkan China,” kata Young.
Peningkatan persaingan perebutan pengaruh di Asia Pasifik antara AS dan China hendaknya tidak mengurangi atau mengubah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Sikap Indonesia, sebagai salah satu negara di Asia harus jelas jangan terperangkap sampai masuk dalam kekuatan baik China maupun AS, tanpa mengurangi manfaat ekonomi bagi Indonesia dari persaingan pengaruh tersebut.
(bmm)
Lihat Juga :