Mahfud MD Minta Saran dari Pimpinan Ormas Keagamaan Terkait Penanganan Covid-19

Selasa, 27 Juli 2021 - 20:40 WIB
loading...
Mahfud MD Minta Saran dari Pimpinan Ormas Keagamaan Terkait Penanganan Covid-19
Menko Polhukam Mahfud MD meminta saran dan masukan dari sejumlah pimpinan ormas keagamaan terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Foto/SINDOnews
A A A
BOGOR - Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta saran dan masukan dari sejumlah organiasi massa (ormas) keagamaan terkait penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Ormas keagamaan yang diminta saran dan masukan oleh Mahfud MD yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), pada Selasa (27/7/2021).

Dalam pertemuan yang digelar secara virtual itu, Mahfud MD menyimak satu per satu pimpinan ormas untuk memberikan saran dan masukan sekaligus mengajak para pemuka agama memberikan kesadaran pada jamaahnya bahwa Covid-19 itu ada dan masih panjang. Baca juga: PBNU Sesalkan Provokasi dan Agenda Politik saat Negara Kesulitan Hadapi Pandemi

“Saya ingin banyak mendengar dulu bagaimana bapak-bapak mempunyai kesan, apa yang dilakukan pemerintah sudah benar apa tidak, apa kurangnya, apa keluhannya," ungkap Mahfud MD.

Selain itu, Mahfud MD juga meminta solusi dan evaluasi apa saja yang harus diperbaiki kepada masing-maing pimpinan ormas. "Dimana yang harus di perbaiki, diposisi mana Muhamadiyah itu bisa membantu bersama kita, yang bisa kita lakukan dari peluang peluang yang tersedia," tanya Mahfud MD. Baca juga: Rekor Tertinggi! Sehari 2.069 Orang Meninggal Akibat Covid-19

Menanggapi pertanyaan Mahfud MD, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan pandangannya tentang penanganan Covid-19 oleh pemerintah. “Pemerintah dengan langkah yang sudah diambil harus firm. Tidak usah maju mundur," ungkap Haerdar Nashir.

Sebab, lanjut Haedar Nashir, saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah adanya kepastian dan jaminan dari pemerintah. "Saya yakin pemerintah tetap dalam kepentingan utama menyelamatkan jiwa rakyat," ungkap Haedar Nashir.

Sementara itu, Ketua KWI Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo mengapresiasi langkah pemerintah dalam menangani Covid-19 menggandeng TNI, Polri dan elemen masyarakat. "KWI kagum dengan usaha pemerintah dengan melibatkan TNI, Polri dan elemen masyarakat lain yang secara mati-matian membantu dan melindungi masyarakat agar bisa terselamatkan dari ancaman virus Covid-19," kata Kardinal Suharyo.

Tak hanya itu, KWI juga sangat menghargai upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bahaya Covid-19. "KWI sangat menghargai upaya pemerintah yang berusaha agar bisa bertahan untuk kembali sehat dan melindungi, sehinga tidak ada korban. Kami sungguh-sungguhg sangat kagum dengan segala upaya pemerintah," kata Kardinal Suharyo.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj menyambut baik dan menekankan bahwa kini saatnya bergandengan tangan. "Baik partai pendukung, oposisi, masyarakat manapun, harus bergandengan tangan," katanya.

Menurut Kiai Said, situasi saat ini jangan sampai malah dibikin kesempatan untuk tujuan target politik. "Tidak etis, tidak berakhlak, tidak bermoral orang yang melakukan agenda politik di saat gawat seperti ini," tegasnya.
(cip)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2042 seconds (11.252#12.26)