Terjadi KIPI Setelah Vaksinasi COVID-19, Begini Prosedur Pengaduannya

Rabu, 19 Mei 2021 - 06:28 WIB
Terjadi KIPI Setelah Vaksinasi COVID-19, Begini Prosedur Pengaduannya
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika adanya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) . Sekadar mengetahui, KIPI sendiri adalah kejadian medik yang diduga berhubungan dengan kegiatan vaksinasi .

“Terkait mekanisme pengaduan KIPI dan kompensasi jika ditemukan KIPI, maka pelaporannya sama dengan vaksinasi program pemerintah,” ujar Wiku dalam keterangan yang diterima, Rabu (19/5/2021). Baca juga: Satgas Pastikan Vaksin Merah Putih Masuk Program Vaksinasi Pemerintah

Berikut ini prosedur pengaduan jika terjadi KIPI:

Pertama, bagi masyarakat penerima vaksin yang mengalami KIPI segera melaporkan ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).



Kedua, hasil pelacakan dilaporkan ke Pokja/Komda PP-KIPI untuk dilakukan analisis kejadian dan tindak lanjut kasus.

Ketiga, apabila ditemukan dugaan KIPI serius, faskes melaporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk dilakukan pelacakan.

Keempat, KIPI yang meresahkan dan menimbulkan perhatian berlebihan masyarakat, harus segera direspons, diinvestigasi dan dilaporkan melalui website resmi di alamat: http://keamananvaksin.kemkes.go.id .

Kemarin, Presiden Joko Widodo pun telah melakukan peninjauan pada program vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan perdana di pabrik PT Unilever di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Baca juga: Kemenlu Sebut Indonesia Berhasil Amankan 75,9 Juta Dosis Vaksin Berbagai Merek

Proses pengadaan vaksin gotong royong dilakukan oleh PT Bio Farma dan diawasi pemerintah. “Sehingga dapat dipastikan vaksin yang digunakan adalah asli,” tegas Wiku.
(kri)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2281 seconds (11.210#12.26)