Dunia Tidak Baik-baik Saja, Kiai Said: Tokoh dan Ormas Agama Harus Jadi Pendamai, Bukan Penonton
Kamis, 01 Mei 2025 - 15:50 WIB
loading...
Ketua Umum LPOI dan LPOK, Said Aqil Siradj, menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi keagamaan di tengah dinamika global yang tidak menentu. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK), Said Aqil Siradj, menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi keagamaan di tengah dinamika global yang tidak menentu. Dalam konsolidasi tokoh agama dan ormas keagamaan yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Jakarta, Rabu (30/4/2025), Kiai Said menekankan bahwa dunia saat ini tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja.
"Ormas dan tokoh agama tidak boleh hanya menjadi penonton, apalagi terbawa dalam arus pertarungan kepentingan global. Kita harus tampil sebagai penyelesai dan pendamai konflik," kata Kiai Said.
Ia mengungkapkan, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim yang toleran, dengan legitimasi keislaman yang kuat dan konektivitas luas dengan dunia Islam dan agama-agama lain, memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang perdamaian global.
Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai ormas seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, Al Irsyad, DDI, dan lainnya ini juga menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Deputi 1 BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris, Ketua MUI KH Yusnar Yusuf Rangkuti, dan akademisi Prof Ai Fatimah Nur Fuad.
Menurut Kiai Said, dunia kini tengah menghadapi konflik bersenjata, turbulensi ekonomi, dan bencana ekologis yang terus meningkat. Di sisi lain, Indonesia juga berada pada persimpangan peradaban global dan harus waspada terhadap ancaman dari dalam maupun luar negeri.
"Jika kita lengah, Indonesia bisa tergelincir ke dalam kekacauan. Narasi 'Indonesia Gelap' harus dilawan dengan narasi 'Indonesia Cerah' melalui langkah-langkah konkret," katanya.
"Ormas dan tokoh agama tidak boleh hanya menjadi penonton, apalagi terbawa dalam arus pertarungan kepentingan global. Kita harus tampil sebagai penyelesai dan pendamai konflik," kata Kiai Said.
Ia mengungkapkan, Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim yang toleran, dengan legitimasi keislaman yang kuat dan konektivitas luas dengan dunia Islam dan agama-agama lain, memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang perdamaian global.
Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai ormas seperti NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, Al Irsyad, DDI, dan lainnya ini juga menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Deputi 1 BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris, Ketua MUI KH Yusnar Yusuf Rangkuti, dan akademisi Prof Ai Fatimah Nur Fuad.
Menurut Kiai Said, dunia kini tengah menghadapi konflik bersenjata, turbulensi ekonomi, dan bencana ekologis yang terus meningkat. Di sisi lain, Indonesia juga berada pada persimpangan peradaban global dan harus waspada terhadap ancaman dari dalam maupun luar negeri.
"Jika kita lengah, Indonesia bisa tergelincir ke dalam kekacauan. Narasi 'Indonesia Gelap' harus dilawan dengan narasi 'Indonesia Cerah' melalui langkah-langkah konkret," katanya.
Lihat Juga :