KH Said Aqil: Agresi Israel ke Palestina Timbulkan Nestapa Kemanusiaan

Senin, 17 Mei 2021 - 22:18 WIB
loading...
KH Said Aqil: Agresi...
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyebut agresi militer Israel ke Palestina timbulkan nestapa kemanusiaan. Foto/SINDOnews/komaruddin bagja arjawinangun
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirad j menjelaskan bagaimana kekejaman zionis Israel terhadap warga Palestina. Ia menyatakan, penjajahan tersebut sudah berlangsung selama seabad lebih.

"Agresi Israel terhadap Palestina, untuk kesekian kalinya, telah menimbulkan nestapa kemanusiaan Konfiik telah berusia seabad dihitung sejak Deklarasi Balfour 1917, bersumber dan klaim bermasalah Israel atas tanah yang dijanjikan," kata Said di rumah dinas Dubes Palestina untuk Indonesia, Senin (17/5/2021). Baca juga: Ketua PBNU Desak Israel Hentikan Agresi Militer di Palestina

Ia menambahkan, Inggris mendukung national home bagi warga Yahudi di tanah yang telah ditempati bangsa Palestina. Konflik berdarah terus berlangsung sejak Israel secara sepihak, memproklamasikan berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948 tanpa batas wilayah yang jelas Dengan dukungan negara-negara Barat, Israel menegaskan batas wilayahnya melalui perang melawan negara-negara Arab, berturut turut pada 1949, 1967, dan 1973. Baca juga: Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ajak Komunitas Global Hentikan Arogansi Israel

"Dengan kekuatan senjata, Israel menduduki Yerusalem Timur, Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, Gaza, dan Semenanjung Sinai. Klaim teritorial ini tidak diakui mayoritas negara, kecuali Amerika yang mengakui klaim Israel atas seluruh wilayah tersebut. Selama 50 tahun terakhir, Israel terus mengukuhkan pendudukannya dengan membangun permukiman bagi ratusan ribu warga Yahudi Yahudi, yang sebelumnya minoritas, kini menjadi mayoritas populasi yang menggusur bangsa Palestina," urainya.

Said menjelaskan, sayangnya dalam menghadapi Israel, para pejuang Palestina terbelah Fatah setuju solusi dua negara, sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Oslo 1993, tetapi Hamas menolak dan tetap ingin mendirikan Palestina berdasarkan Islam, Fatah berhaluan nasionalis sekuler. Kedua faksi terkunci dalam perang saudara sejak 2006, Hamas menguasai Gaza, Fatah menguasa Tepi Barat. "Polarisasi faksi-faksi pejuang Palestina ikut menyulitkan proses penyelesaian konflik Israel-Palestina," tambahnya.

Saat ini dikabarkan ada 188 orang warga sipil, termasuk wanita dan anak anak yang meninggal dunia, serta 1.000 lebih korban luka-uka dan bangunan yang porak-poranda.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Rekomendasi
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
389 Personel Polisi...
389 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Konser Akbar Monas 2026
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
Berita Terkini
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Pakar Hukum: Penetapan...
Pakar Hukum: Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa Asal Ada 2 Alat Bukti
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved