Pemerintah Dituntut Konsisten dan Tegas Berantas Teroris di Papua
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:10 WIB
loading...
Ketua DPP KNPI, Varhan Abdul Azis mengatakan, perlu ketegasan pemerintah untuk komit penetapan KKB di Papua, sebagai teroris. Foto/Satgas Nemangkawi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Varhan Abdul Azis mengatakan, perlu ketegasan pemerintah untuk tetap komit pada penetapan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), atau kelompok kriminal bersenjata (KKB), sebagai teroris.
Baca juga: KKB Dilabeli Teroris, Polri Pastikan Densus 88 Belum Turun ke Papua
"Satu-satunya konsekuensi dan sikap komit adalah aparat, dalam hal ini Polri dan TNI harus makin tegas, melakukan penyisiran dan membasmi para teroris yang sudah lama menjadi duri dalam daging yang merusak harmoni dan keamanan di Papua," kata Varhan, Kamis (6/5/2021).
Varhan sendiri mengaku heran, mengingat begitu lamanya pemerintah sadar bahwa yang terjadi di tanah Papua dan menyengsarakan warganya itu adalah tindakan teror, dan pelakunya jelas teroris.
"Terlalu lama waktu yang berjalan hingga penetapan teroris tersebut," ucap Varhan. Baca juga: Dorong Pendekatan Pembangunan, Belasan Tokoh Papua Berharap Label Teroris KKB Dicabut
Ada fakta yang wajar dianggap publik sebagai pembiaran yang berujung kepada kesengsaraan warga masyarakat Papua. Diungkapkan Varhan, lihat saja kekejaman yang sangat tidak berperikemanusiaan yang para teroris itu lakukan.
Mereka membunuh, membakar rumah, membakar pesawat, membakar kelas yang digunakan anak-anak SD yang sedang memperbaiki masa depan mereka.
"Mereka menggorok leher orang, dokter dibakar di pinggir jalan, pegawai KPU dipenggal lehernya. Itu teror yang kalau dibiarkan terus, mau disembunyikan ke mana muka bangsa Indonesia?" jelas Varhan.
Baca juga: KKB Dilabeli Teroris, Polri Pastikan Densus 88 Belum Turun ke Papua
"Satu-satunya konsekuensi dan sikap komit adalah aparat, dalam hal ini Polri dan TNI harus makin tegas, melakukan penyisiran dan membasmi para teroris yang sudah lama menjadi duri dalam daging yang merusak harmoni dan keamanan di Papua," kata Varhan, Kamis (6/5/2021).
Varhan sendiri mengaku heran, mengingat begitu lamanya pemerintah sadar bahwa yang terjadi di tanah Papua dan menyengsarakan warganya itu adalah tindakan teror, dan pelakunya jelas teroris.
"Terlalu lama waktu yang berjalan hingga penetapan teroris tersebut," ucap Varhan. Baca juga: Dorong Pendekatan Pembangunan, Belasan Tokoh Papua Berharap Label Teroris KKB Dicabut
Ada fakta yang wajar dianggap publik sebagai pembiaran yang berujung kepada kesengsaraan warga masyarakat Papua. Diungkapkan Varhan, lihat saja kekejaman yang sangat tidak berperikemanusiaan yang para teroris itu lakukan.
Mereka membunuh, membakar rumah, membakar pesawat, membakar kelas yang digunakan anak-anak SD yang sedang memperbaiki masa depan mereka.
"Mereka menggorok leher orang, dokter dibakar di pinggir jalan, pegawai KPU dipenggal lehernya. Itu teror yang kalau dibiarkan terus, mau disembunyikan ke mana muka bangsa Indonesia?" jelas Varhan.
Lihat Juga :