Filantropi Ramadan, Spirit Baru Kekuatan Indonesia

Senin, 19 April 2021 - 06:05 WIB
loading...
A A A
Riset yang mengangkat soal manfaat dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) tersebut menyimpulkan bahwa untuk mengentaskan persoalan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi, ada dua treatment yang bisa dilakukan. Pertama, pemberian zakat yang bersifat konsumtif. Ini seperti bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. Bantuan ini sangat diperlukan bagi masyarakat yang secara ekonomi tidak punya kemampuan bertahan.

“Misalkan diberi uang, atau lembaga amil zakat kasih makanan atau bahan pokok, itu punya multiplier effect yang sangat besar,” ujarnya.

Kedua, pemberian bantuan modal kepada pelaku usaha. Ini dikenal dengan bantuan yang bersifat produktif. Masyarakat yang jadi korban PHK bisa diberikan bantuan ternak, mesin jahit, atau peralatan lainnya sesuai kebutuhannya.

“Kalau dua treatment ini bisa dikelola di masa pandemi itu akan sangat membantu. Apalagi kehadiran pemerintah di waktu sulit ini kurang untuk bisa menjangkau semua, makanya perlu pelibatan swasta atau masyarakat,” ujarnya.

Fitra berharap melalui momentum Ramadan yang dijalani di masa pandemi ini ibadah sosial masyarakat turut meningkat. “Harapannya, mental menjadi muzakki harus terus didorong demi membantu sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Pengamat ekonomi syariah dari IPB Bogor Irfan Syauqi Beik mengatakan, penyaluran zakat, infak dan sedekah secara informal angkanya lima kali lebih besar dibandingkan yang diserahkan melalui lembaga formal. Pada 2020, kata dia, dana yang disalurkan ke lembaga formal baru sekitar Rp12 triliun, jauh lebih sedikit dibandingkan ke lembaga informal yanga mencapai Rp61 triliun. Dia menyayangkan hal tersebut terjadi.

“Jika zakat, infak dan sedekah diserahkannya ke lembaga formal itu bisa dibuatkan program berkelanjutan sehingga manfaatnya lebih nyata dan signifikan,” ujarnya.

Dia memberi ilustrasi jika bantuan uang tunai Rp50.000 langsung diberikan oleh muzakki ke mustahik atau orang yang layak menerima zakat, lalu pertanyannya, berapa besar itu bisa membantu atau memberi dampak kepada yang bersangkutan. “Memang pasti berdampak juga, tapi kan tidak sebesar jika misalnya Rp50.000 itu dikumpulkan melalui lembaga, taruhlan ada 1.000 orang, maka akan terkumpul dana Rp50 juta. Itu bisa buat program yang lebih sustainable,” katanya.

Menurut Irfan, maraknya gerakan filantropi di Tanah Air hal yang sangat baik, namun sayang karena belum memberi efek yang optimal karena pengelolaan dana oleh lembaga formal masih minim.

Masih rendahnya dana yang disalurkan ke lembaga formal dipicu beberapa hal, terutama soal literasi. Menurutnya, masih banyak pemahaman masyarakat yang kurang tepat. Contoh, banyak yang masyarakat menganggap membayar zakat langsung ke mustahik lebih baik atau lebih afdol. “Bagi saya ini pendapat yang kurang tepat, kalau infak dan sedekah yang sunnah silakan. Kalau zakat harus lewat institusi amil sebagaimana dicontohkan Rasulullah dan sahabat,” katanya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Kemenag Gandeng 84 Lembaga...
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA PEU
Baznas RI dan Kemendes...
Baznas RI dan Kemendes PDT Integrasikan Program Zakat untuk Kesejahteraan Desa
Tiga Prajurit TNI Gugur...
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Baznas RI: Pengorbanan Mereka Menjadi Teladan
BNPP Catat 5.436 Pelintas...
BNPP Catat 5.436 Pelintas di 15 PLBN, Entikong Paling Padat
Prabowo Bakal Takbiran...
Prabowo Bakal Takbiran di Sumut dan Salat Idulfitri 1447 H di Aceh
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rekomendasi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved