Suksesnya PSBB Jawa-Bali Tergantung Masyarakat
Jum'at, 08 Januari 2021 - 10:14 WIB
loading...
Warga berjalan dengan latar mural terkait Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Foto/SINDOnews/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat dianggap paling berperan dalam suksesnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB Jawa-Bali dalam menekan kasus Covid-19. Diketahui, pemerintah telah memutuskan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.
"Masyarakat merupakan komponen yang paling berperan dalam suksesnya PSBB Jawa-Bali dalam menekan kasus Covid-19," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) dr. Ardiansyah Bahar kepada SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
Ardiansyah mengatakan, kebijakan apa pun yang dibuat oleh pemerintah tidak akan sukses tanpa peran serta masyarakat. "Sebagaimana kita ketahui bahwa pemerintah tidak akan bisa mengontrol secara penuh apa yang terjadi di lapangan dikarenakan begitu luasnya wilayah dan banyaknya penduduk yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Bali," ujarnya.
(Baca juga: PPKM Jawa-Bali, Polda Metro: Yang Perlu Diawasi Adalah Kantor-kantor ).
Dia menambahkan, penurunan kasus yang terjadi akibat PSBB tentu tergantung dengan seberapa besar pergerakan manusia dapat ditekan. Dia menuturkan semakin berkurang pergerakan manusia yang terjadi, maka semakin berkurang pula angka kasus Covid-19 di masyarakat. "Ini yang dapat kita pelajari dari berbulan-bulan pemberlakuan PSBB di berbagai daerah," katanya.
"Masyarakat merupakan komponen yang paling berperan dalam suksesnya PSBB Jawa-Bali dalam menekan kasus Covid-19," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) dr. Ardiansyah Bahar kepada SINDOnews, Jumat (8/1/2021).
Ardiansyah mengatakan, kebijakan apa pun yang dibuat oleh pemerintah tidak akan sukses tanpa peran serta masyarakat. "Sebagaimana kita ketahui bahwa pemerintah tidak akan bisa mengontrol secara penuh apa yang terjadi di lapangan dikarenakan begitu luasnya wilayah dan banyaknya penduduk yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Bali," ujarnya.
(Baca juga: PPKM Jawa-Bali, Polda Metro: Yang Perlu Diawasi Adalah Kantor-kantor ).
Dia menambahkan, penurunan kasus yang terjadi akibat PSBB tentu tergantung dengan seberapa besar pergerakan manusia dapat ditekan. Dia menuturkan semakin berkurang pergerakan manusia yang terjadi, maka semakin berkurang pula angka kasus Covid-19 di masyarakat. "Ini yang dapat kita pelajari dari berbulan-bulan pemberlakuan PSBB di berbagai daerah," katanya.
Lihat Juga :