3T Efektif Putus Penularan Covid-19
Senin, 23 November 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
“Padahal masyarakat tak perlu takut karena mayoritas penderita Covid-19 (setelah ditangani secara medis) sembuh. Di Indonesia sekarang angka kesembuhan telah menembus 83,9% dari kasus aktif, jauh di atas kesembuhan dunia yang di level 69%,” katanya.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Gintings mengungkapkan, timnya saat ini sedang berada di lapangan untuk melakukan penelusuran kontak erat pasien. Saat ini Satgas Penanganan Covid-19, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah, telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 prioritas. Para pelacak kontak ini yang kini tengah mengalami persinggungan dengan masyarakat untuk memutus rantai penularan. (Baca juga: Minat Wisata Petuangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Gerakan kesehatan untuk menanggulangi Covid-19 adalah sebuah gerakan kemasyarakatan nonpartisan, untuk kemanusiaan, nondiskrimintif, dan pro-kehidupan. Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota di lapangan bekerja aman dan nyaman serta tidak dicurigai,” ujar dia.
Alex menambahkan bahwa semua pihak berjuang memutuskan rantai penularan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun pihaknya juga memerlukan tim pendukung, yaitu tim pelacak kontak dari dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Satgas Penanganan Covid-19. “Jadi tim pelacak kontak adalah sahabat masyarakat yang menolong saya, keluarga, dan sahabat-sahabat semua dari rantai penularan Covid-19,” tuturnya.
Kemenkes Masifkan Pelacakan hingga Puskesmas
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Budi Hidayat memastikan Kemenkes bersama fasilitas pelayanan kesehatan akan terus melakukan pelacakan kontak erat kasus positif Covid-19 hingga di tataran puskesmas.
“Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar. Selain itu dilakukan pemantauan yang lebih intensif atas terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan,” katanya saat konferensi pers kemarin. (Baca juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander K Gintings mengungkapkan, timnya saat ini sedang berada di lapangan untuk melakukan penelusuran kontak erat pasien. Saat ini Satgas Penanganan Covid-19, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Daerah, telah menurunkan lebih dari 5.000 relawan pelacak kontak (tracer) untuk melakukan deteksi awal penularan di 10 prioritas. Para pelacak kontak ini yang kini tengah mengalami persinggungan dengan masyarakat untuk memutus rantai penularan. (Baca juga: Minat Wisata Petuangan dan Alam Terbuka Meningkat)
“Gerakan kesehatan untuk menanggulangi Covid-19 adalah sebuah gerakan kemasyarakatan nonpartisan, untuk kemanusiaan, nondiskrimintif, dan pro-kehidupan. Ini yang perlu ditanamkan sehingga masyarakat tidak perlu resisten agar anggota di lapangan bekerja aman dan nyaman serta tidak dicurigai,” ujar dia.
Alex menambahkan bahwa semua pihak berjuang memutuskan rantai penularan dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun pihaknya juga memerlukan tim pendukung, yaitu tim pelacak kontak dari dinas kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan Satgas Penanganan Covid-19. “Jadi tim pelacak kontak adalah sahabat masyarakat yang menolong saya, keluarga, dan sahabat-sahabat semua dari rantai penularan Covid-19,” tuturnya.
Kemenkes Masifkan Pelacakan hingga Puskesmas
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Budi Hidayat memastikan Kemenkes bersama fasilitas pelayanan kesehatan akan terus melakukan pelacakan kontak erat kasus positif Covid-19 hingga di tataran puskesmas.
“Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dengan jumlah massa besar. Selain itu dilakukan pemantauan yang lebih intensif atas terjadinya penularan dalam 14 hari ke depan,” katanya saat konferensi pers kemarin. (Baca juga: Ini Deretan Kasus Siber Menonjol yang Diungkap Bareskrim Polri)
Lihat Juga :