Tantangan Penyakit Menular Kita

Minggu, 16 November 2025 - 21:20 WIB
loading...
Tantangan Penyakit Menular...
Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes. Foto/istimewa
A A A
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes

SESUDAH 80 tahun merdeka maka tentu sudah amat banyak kemajuan yang kita rasakan, tetapi juga masih cukup banyak tantangan yang di hadapi. Untuk penyakit menular, sejauh ini kita sudah berhasil mengeliminasi beberapa penyakit menular. Pada saat saya menjabat Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di tahun 2014 maka Indonesia sudah dinyatakan bebas polio oleh WHO.

Hanya saja dalam beberapa tahun belakangan ini timbul kasus-kasus “vaccine derived polio virus – VDPV” di berbagai daerah di negara kita. Memang VDPV ini bukan karena kasus polio liar melainkan berhubungan dengan vaksin polio, karena itu status Bebas Polio negara kita masihlah berlaku.

Di sisi lain, adanya kasus-kasus VDPV ini tentu punya dampak, antara lain bahwa di tahun 2025 maka semua jemaah Haji kita harus mendapat vaksin Polio, sesuatu yang tadinya tidak pernah terjadi. Dengan kata lain, kita harus tetap menjaga status bebas polio dan harus mampu pula untuk mencegah agar jangan terjadi lagi masalah akibat “vaccine derived polio virus – VDPV” ini.

Selain polio maka di tahun 2016 kita mencapai eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (TMN). Pada waktu itu saya sudah pensiun dan Kementerian Kesehatan dan bertugas di WHO Asia Tenggara, dan saya ingat sekali ikut mendampingi ketika Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek di tahun 2016 itu menerima sertifikat eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (TMN) pada acara Rapat Kesehatan WHO Regional Asia Tenggara di Maldives.

Tiga badan internasional yang melakukan validasi eliminasi ini adalah WHO, UNICEF dan UNFPA, yang menunjukkan pencapaian besar dan kemampuan Indonesia dalam mengikis tidak meratanya cakupan (inekuitas) imunisasi walaupun menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat di beribu-ribu pulaunya.

Selain keberhasilan eliminasi dua penyakit di atas maka kita ketahui bersama bahwa Majelis Kesehatan Dunia ke - 33 mendeklarasikan dunia bebas dari penyakit Cacar pada 8 Mei 1980. Artinya, seluruh dunia -termasuk negara kita- sudah bebas dari cacar. Sekarang tidak ada lagi kasus cacar di muka bumi, hanya saja memang virus Cacar masih ada tersimpan di laboratorium beberapa negara besar, yang hampir selalu menjadi pembicaraan pada pertemuan besar WHIO dari waktu ke waktu.

Kalau tentang COVID-19 maka dunia memang sudah berhasil mengatasi pandemi nya, demikian juga negara kita. Tetapi virus dan penyakit COVID-19 sampai kini masih ada. Jadi jelas belum dapat kita katakan bahwa sudah berhasil mengeliminasi COVID-19, penyakit ini masih akan cukup lama tetap bersama kita, walaupun bukan dalam status pandemi.

Selain berbagai keberhasilan di atas maka kita masih menghadapi tantangan besar untuk penyakit-penyakit lain, yang bahkan ada dalam ranking tinggi di dunia sampai saat 80 tahun kemerdekaan ini. Kita sudah sama ketahui bahwa Indonesia adalah penyumbang kasus tuberkulosis ke dua terbanyak di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Terima Notifikasi Kasus...
Terima Notifikasi Kasus Campak dari Australia, Kemenkes: Pasien Punya Riwayat Perjalanan di Indonesia
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
BPOM Uji Klinis Fase...
BPOM Uji Klinis Fase I Vaksin Inhalasi untuk Berantas TBC
Indonesia Kembangkan...
Indonesia Kembangkan Vaksin Berteknologi mRNA untuk Antisipasi Penyakit DBD
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Rekomendasi
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Dokter Tifa Optimistis...
Dokter Tifa Optimistis Eksepsinya Dikabulkan Hakim
Aktivis: Harus Objektif...
Aktivis: Harus Objektif Sikapi Kematian 3 Pekerja di Gorong-gorong Jakarta
Berita Terkini
Profil Chatarina Girsang,...
Profil Chatarina Girsang, Jaksa yang Ikut Tangani Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Kejagung: Beliau Ada, Tinggal Diperiksa Saja
Usai Rumahnya Digeledah,...
Usai Rumahnya Digeledah, Anggota BPK Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK
Besok Polisi Limpahkan...
Besok Polisi Limpahkan Don Ritto dan Barang Bukti ke Kejagung
12 Kapolda Lulusan Akpol...
12 Kapolda Lulusan Akpol 1994 Teman Satu Angkatan Kakortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto
Prabowo Minta Pembenahan...
Prabowo Minta Pembenahan Program MBG Dilakukan Cermat, Termasuk Anggaran per Porsi
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved