Menanti Babak Akhir Pandemi

Kamis, 12 November 2020 - 05:20 WIB
loading...
Menanti Babak Akhir...
Bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, kepastian vaksin Covid-19 dan berakhirnya perang dagang tentu akan menghadirkan berkah bagi perekonomian.
A A A
KABAR menggembirakan datang dari beberapa produsen farmasi di Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Raksasa farmasi Pfizer mengumumkan vaksin yang diproduksinya menunjukkan efektivitas sebesar 90% dalam melawan Covid-19. Presiden AS Donald Trump mengumumkan secara langsung capaian Pfizer tersebut. Dia optimistis salah satu produsen farmasi terbesar di Negeri Paman Sam itu akan menyelesaikan uji fase ketiga dalam waktu dekat.

Selain Pfizer, raksasa farmasi asal Rusia juga berhasil mencapai uji fase ketiga untuk vaksin Sputnik V. Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim negaranya merupakan yang pertama berhasil menemukan virus penangkal Covid-19. Keberhasilan dua negara adidaya itu tentu kabar baik bagi dunia. Optimisme akan segera berakhirnya pandemi pun muncul di seantero dunia. Pasar keuangan dan pasar saham meresponsnya dengan gegap gempita. Indeks saham di negara-negara maju dan negara berkembang kompak naik.

Aktivitas ekonomi pun mulai menunjukkan geliatnya meskipun masih dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pandemi Covid-19 ini telah mengguncang perekonomian banyak negara di belahan dunia. Keberadaan vaksin diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari pandemi yang sudah berlangsung hampir satu tahun itu.

Selain vaksin, perpolitikan AS juga diyakini menentukan arah perekonomian dunia pada tahun depan. Sebabnya, sejak 2018 perekonomian dunia dilanda gejolak dan ketidakpastian karena perang dagang antara AS dengan China. AS ingin memungut tarif besar-besaran terhadap produk-produk China sebagai bentuk perang dagang. Kebijakan AS yang dianggap merugikan China memberikan dampak pada kegiatan ekspor-impor barang dan komoditas dari negara lain.

Alhasil, beberapa negara yang menjadikan AS dan China sebagai pasar tujuan ekspor mengalami banyak hambatan. Meskipun saat ini masih belum ada kejelasan dari pemerintahan yang baru kelak, namun apa pun kebijakan yang akan diambil diyakini berdampak besar terhadap iklim usaha dua negara, juga negara-negara lainnya. Saat ini China menerapkan kebijakan sama untuk merespons Amerika, yakni menerapkan tarif yang tinggi untuk produk-produk asal AS yang masuk China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Prabowo: Dunia...
Presiden Prabowo: Dunia Sekarang Penuh Ketidakpastian, Bahkan Bahaya
Krisis Global, Pergeseran...
Krisis Global, Pergeseran Kekuasaan, dan Ujian Stabilitas Indonesia
Ketidakpastian Yang...
Ketidakpastian Yang Pasti
Presiden Prabowo Ungkap...
Presiden Prabowo Ungkap Pentingnya Amerika Serikat dan Eropa Bagi Dunia
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Kongres PDIP Tak Kunjung...
Kongres PDIP Tak Kunjung Digelar, Perang Tarif Trump Jadi Salah Satu Alasan
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Pertemuan Xi Jinping...
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Gagal Buat Terobosan Perang Iran, Ini 3 Faktanya
Rekomendasi
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved