Menebak Arah Kebijakan Ekonomi Biden
Senin, 09 November 2020 - 05:40 WIB
loading...
A
A
A
Meski dalam program ke depannya Biden akan memberikan perhatian lebih pada penanganan Covid-19, suami dari Jill Tracy Jacobs itu juga berkomitmen lebih memberdayakan industri manufaktur guna lebih menciptakan pekerjaan di negaranya. Namun ambisi ini sepertinya bakal mendapat tantangan berat mengingat para produsen AS telah lama dikenal gemar memindahkan pusat produksi ke luar negeri agar lebih menguntungkan dan untuk mencari pasar-pasar baru di negara berkembang.
Lihat saja misalnya raksasa teknologi Apple Inc yang memproduksi iPhone, Mac, dan gadget lainnya. Mereka lebih suka memproduksi merek-merek tersebut di China dengan menggandeng mitranya Foxconn Tecnology.
Kebijakan Biden lain yang patut dicermati adalah komitmennya pada isu perubahan iklim. Beberapa target telah ditetapkan presiden terpilih dari Partai Demokrat itu, antara lain memastikan AS mencapai ekonomi energi bersih 100% pada 2035 dan mencapai emisi nol, paling lambat pada 2050.
Selain itu Biden ingin agar bangunan-bangunan, sistem pengairan, transportasi, dan infrastruktur di AS bisa bertahan dari dampak perubahan iklim. Ini sejalan dengan rencana dia yang menyatakan negara adidaya itu akan bergabung kembali dengan Perjanjian Paris atas perubahan lingkungan.
Menilik target-target tersebut, di sisi lain ada peluang bagi industri-industri ramah lingkungan untuk masuk dan mengembangkan pasarnya di AS. Namun bagi negara-negara yang terbiasa menyuplai bahan bakar fosil ke AS, ini justru menjadi mimpi buruk.
Lihat saja misalnya raksasa teknologi Apple Inc yang memproduksi iPhone, Mac, dan gadget lainnya. Mereka lebih suka memproduksi merek-merek tersebut di China dengan menggandeng mitranya Foxconn Tecnology.
Kebijakan Biden lain yang patut dicermati adalah komitmennya pada isu perubahan iklim. Beberapa target telah ditetapkan presiden terpilih dari Partai Demokrat itu, antara lain memastikan AS mencapai ekonomi energi bersih 100% pada 2035 dan mencapai emisi nol, paling lambat pada 2050.
Selain itu Biden ingin agar bangunan-bangunan, sistem pengairan, transportasi, dan infrastruktur di AS bisa bertahan dari dampak perubahan iklim. Ini sejalan dengan rencana dia yang menyatakan negara adidaya itu akan bergabung kembali dengan Perjanjian Paris atas perubahan lingkungan.
Menilik target-target tersebut, di sisi lain ada peluang bagi industri-industri ramah lingkungan untuk masuk dan mengembangkan pasarnya di AS. Namun bagi negara-negara yang terbiasa menyuplai bahan bakar fosil ke AS, ini justru menjadi mimpi buruk.
Lihat Juga :