Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran

Kamis, 30 April 2026 - 23:54 WIB
loading...
Pengamat Timur Tengah:...
Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Foto: Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Pengamat Timur Tengah Tabrani Syabirin menilai bahwa strategi Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald J. Trump terhadap Iran berfokus pada penguasaan titik-titik krusial atau Center of Gravity. Menurutnya, dengan menguasai titik tersebut, Amerika Serikat dapat memaksa Iran untuk tunduk pada kehendak politik mereka.

Analisis tersebut disampaikan Tabrani dalam dialog “Interupsi” yang disiarkan iNews TV pada Kamis (30/4/2026). Ia merujuk pada teori perang klasik yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz lewat karyanya berjudul On War.

“Ya dalam teori perang itu seperti yang dirumuskan oleh Carl von Clausewitz dalam bukunya on War itu ya, jadi setiap masyarakat atau negara yang berperang itu dia harus mencari titik-titik yang disebut dengan center graffiti. Titik kuat atau titik lemah, kalau itu dikuasai maka dia bisa memaksa musuh untuk menuruti apa kehendaknya,” kata Tabrani.



Tabrani menjelaskan bahwa diplomasi dan perang pada dasarnya adalah dua sisi dari mata uang yang sama dalam upaya mencapai tujuan politik. Ia menyebut Trump telah memetakan dua titik utama untuk menekan Iran.

“Karena perang itu Carl von Clausewitz itu adalah politik dalam arti lain yang menggunakan. Sementara diplomasi adalah perang tanpa senjata. Untuk perang senjata itu kan ada ada ujungnya dia harus diakhiri dengan perundingan. Untuk menyeret lawan kekuningan Center Gravity nya harus dikuasai,” ujarnya.

“Di mata Trump, Center Gravity itu sekarang ada dua yaitu fasilitas nuklir dan Selat Hormuz. Jadi begitu Iran menutup Selat Hormuz, kata Trump ‘gua blokade ini Selat ini’. Karena dengan cara itu ekonomi Iran itu akan bisa dicekik habis, kena ya ekspor atau impornya kan melalui Selat Hormuz kan sebagian besar,” papar Tabrani.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Andi Azwan: Segala Sesuatu...
Andi Azwan: Segala Sesuatu yang Berhubungan dengan Jokowi Buat Banyak Orang 'Cacing Kepanasan'
Jokowi Makin Kuat Setelah...
Jokowi Makin Kuat Setelah Tak Lagi Menjabat Presiden
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Rekomendasi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved