Menebak Arah Kebijakan Ekonomi Biden

Senin, 09 November 2020 - 05:40 WIB
loading...
Menebak Arah Kebijakan...
Joe Biden dengan tegas menyatakan akan membawa AS ke arah yang lebih terbuka, ini kontras dengan kebijakan Trump yang sangat proteksionis
A A A
AMERIKA Serikat (AS) punya presiden yang baru terpilih, Joe Biden. Dalam ranah perpolitikan Negeri Paman Sam, sosok Biden bukan orang asing. Tidak kurang dari empat dekade pria kelahiran 77 tahun silam ini telah malang melintang di parlemen AS hingga akhirnya menjadi orang pertama di negeri adidaya itu.

Di pemerintahan, Joe Biden juga pernah menduduki posisi wakil presiden untuk periode 2009–2017. Kala itu dia mendampingi Presiden Barack Obama yang menjabat selama dua periode.

Perjalanan politik Biden terbilang matang. Sejak belia, tepatnya di usianya yang ke-29, dia berhasil menjadi senator termuda pada 1972. Tahun demi tahun pun dilaluinya sebagai wakil rakyat yang kemudian mengantarkannya ke jenjang karier politik lebih tinggi. Biden yang menjadi presiden AS ke-46 selama empat tahun ke depan akan bertugas didampingi wakilnya, Kamala Harris, 56 tahun.

Menilik perpaduan duet pemimpin baru AS tersebut, menarik dicermati karena mereka, terutama Biden, memiliki gaya berbeda dengan presiden sebelumnya, Donald Trump. Pada beberapa kesempatan saat kampanye, Biden dengan tegas menyatakan akan membawa AS ke arah yang lebih terbuka. Kebijakan ini kontras dengan Trump yang sangat proteksionis dan telah terbukti menjadi salah satu penyebab terjadinya perang dagang antara AS dan China. Sementara Kamala menjadi representasi dirangkulnya seluruh elemen masyarakat di AS, terutama kaum yang dianggap minoritas selama ini.

Kendati demikian, pada sebuah wawancara dengan CNN September lalu, Biden menyatakan bahwa dia akan menyerukan kepada warga AS untuk tidak membeli apa pun produk yang tidak dibuat di Amerika. Kebijakan ini serupa dengan yang telah diterapkan Trump sebelumnya dengan jargon America First dan Make America Great Again. Dengan demikian janji akan membuat Amerika lebih terbuka di bidang ekonomi sepertinya bakal sulit terwujud karena yang diutamakan tetap pasar domestiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Pertemuan Trump dan...
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Diyakini Bahas Taiwan hingga Konflik Iran
Pengamat Timur Tengah:...
Pengamat Timur Tengah: Trump Incar Selat Hormuz sebagai Center Gravity Iran
Ali Mochtar Ngabalin...
Ali Mochtar Ngabalin Sebut Trump Ingin Mendikte Teheran lewat Perang Iran-AS
Penembakan di Washington...
Penembakan di Washington Hilton, Menakar Efektivitas Komunikasi Donald Trump
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Rekomendasi
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved