Ali Mochtar Ngabalin Sebut Trump Ingin Mendikte Teheran lewat Perang Iran-AS

Kamis, 30 April 2026 - 23:11 WIB
loading...
Ali Mochtar Ngabalin...
Guru Besar Hubungan Internasional BUFS Korea Selatan, Ali Mochtar Ngabalin memberikan analisis terkait eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat Vs Iran, dalam dialog Interupsi di iNews TV pada Kamis malam (30/4/2026). Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies (BUFS) Korea Selatan, Ali Mochtar Ngabalin memberikan analisis tajam terkait eskalasi ketegangan dalam perang Amerika Serikat (AS) Vs Iran. Ngabalin menilai situasi saat ini bukanlah perang dalam arti konvensional, melainkan upaya Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump untuk mendikte Teheran.

Hal tersebut disampaikan Ngabalin dalam dialog “Interupsi” yang disiarkan iNews TV pada Kamis malam (30/4/2026). Mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) ini menyoroti sosok Donald Trump sebagai pemimpin negara adikuasa yang memiliki karakter dominan.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Babak Baru Muncul di Selat Hormuz setelah Kegagalan AS

“Karena begini ya Karena begini Donald Trump itu kan sosok bagi seorang pemimpin yang suka tidak suka dia memimpin sebuah negara adikuasa, negara super power. Karena super power, adikuasa kemudian watak dan karakter dirinya yang boleh kita tidak setuju tidak setuju yang sama dengan negaranya, maka apa saja yang dia lakukan itu bisa terjadi,” katanya.



Lebih lanjut, Ngabalin berpendapat bahwa kekuatan militer dan politik antara kedua negara tidak berada pada level yang sebanding. Ia menyebut konflik ini sebagai perang asimetris di mana posisi Iran beserta kelompok proksinya jauh di bawah kekuatan Amerika Serikat.

“Sampai hari ini saya tetap berpendapat bahwa bukan saling perang ini sebetulnya. Tapi Amerika itu dengan kekuasaan super powernya dengan adi kuasanya, dengan watak dan pendirian Trump hari ini, dia sedang mendikte Teheran, dia mendikte loh, karena kita kan tahu ya perang ini kan perang asimetris tidak sebanding loh kalau kita cerita tentang Teheran kemudian dengan proxy-proxy nya yang ada di Nasrallah dahulu ya, sekarang Hizbullah di Lebanon Selatan kemudian Hamas untuk Palestina, dan lain-lain tidak ada kekuatannya nggak bisa dibandingkan,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Hari ke-83 Perang Iran:...
Hari ke-83 Perang Iran: Ketika Diplomasi Menjadi Jeda Kematian
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Rekomendasi
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Ayyoub Bouaddi Moncer...
Ayyoub Bouaddi Moncer di Debut Piala Dunia, Gelandang 18 Tahun Maroko Berhasil Redam Brasil
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Berita Terkini
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved