Komnas HAM Minta Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia Dibawa ke Pengadilan Koneksitas

Senin, 02 November 2020 - 15:03 WIB
loading...
Komnas HAM Minta Kasus...
Komnas HAM memberikan tujuh rekomendasi atas serangkaian kontak senjata di Kabupaten Intan Jaya, Papua, termasuk dalam kasus tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani. Foto/komnas ham
A A A
JAKARTA - Kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kerap terjadi di wilayah Papua. Salah satu zona merahnya adalah Kabupaten Intan Jaya. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menilai ada pendekatan keamanan yang melanggar hukum.

Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam mengatakan tata kelola keamanan di Hitadipa dan wilayah lain di Intan Jaya kurang tepat. Indikatornya, menggunakan masyarakat menjadi bagian dari kekerasan bersenjata, serta menstigma seseorang sehingga menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan. Salah satu peristiwa yang membetot perhatian adalah dugaan pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa.

(Baca: Komnas HAM Duga Pembunuh Pendeta Yeremia Anggota TNI)

Hasil investigasi Komnas HAM menemukan terduga pelakunya adalah Alpius Hasim Madi yang menjabat sebagai Wakil Danramil Hitadipa. Hal ini berdasarkan keterangan saksi yang melihat Alpius bersama 3-4 orang lain berada di sekitar kandang babi milik Pendeta Yeremia, tempat dia ditemukan sang istri dalam keadaan bersimbah darah. Pendeta Yeremia akhirnya meninggal karena kehabisan darah.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Komnas HAM memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, kematian Pendeta Yeremia harus diungkap sampai aktor paling bertanggung jawab. Kasus ini harus dibawa ke peradilan koneksitas. “Proses hukum dilakukan dengan profesional, akuntabel, dan transparan,” ujar Anam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
TNI Ikut Atasi Begal,...
TNI Ikut Atasi Begal, DPR: Harus Terukur dan Punya Dasar Hukum yang Jelas
Usia Pensiun Polisi...
Usia Pensiun Polisi Ditambah Jadi 60 Tahun, Menkum: Seperti TNI, Jaksa, hingga PNS
Taklimat di Seskoad,...
Taklimat di Seskoad, Prabowo Berpesan TNI Harus Adaptif Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Bersejarah, Prabowo...
Bersejarah, Prabowo Jadi Presiden Pertama Beri Arahan ke Perwira TNI-Polri di Seskoad
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved