Pembayaran Klaim Sisa Rp4 T, Pemerintah Masih Lakukan Verifikasi
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Kadir mengatakan, dari 1.900 rumah sakit yang mengajukan klaim, beberapa di antaranya belum pernah bekerja sama dengan BPJS sehingga beberapa rumah sakit itu masih awam dengan proses klaim elektronik yang digunakan oleh BPJS. Meski begitu, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada rumah sakit-rumah sakit tersebut untuk proses klaim. (Baca juga: Kemendikbud akan Kembangkan SMK untuk Bangun Desa)
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Kuntjoro Adi Purjanto yang ikut di acara yang sama mengatakan bahwa dari penjelasan Kemenkes terjawab bahwa dalam proses pengajuan klaim ini tidak ada niatan pihak Kemenkes untuk mempersulit klaim yang diajukan pihak rumah sakit.
“Pertama kali kami mengucapkan terima kasih karena komunikasi dan dialog ya, komunikasi tentu dialog rumah sakit yang mengajukan, kemudian memang tidak ada niatan, dari proses pengajuan tersebut tidak ada niatan untuk mempersulit. Karena memang uang itu sudah dikeluarkan untuk rumah sakit,” ungkap Kuntjoro.
Kuntjoro pun mengusulkan dua hal untuk menyelesaikan masalah untuk rumah sakit yang kesulitan pengajuan klaim. Pertama, yakni membentuk tim yang akan membantu proses penyelesaian klaim dari rumah sakit. Kedua adalah meningkatkan peran dari Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) untuk mengawasi proses pengajuan klaim pembiayaan untuk rumah sakit rujukan Covid-19 . “Yang kedua yang perlu kita tingkatkan adalah peran dari BPRS nih, untuk melakukan pendampingan dan sebagainya. Itu juga perlu kita tingkatkan,” katanya.
Kesembuhan Terus Meningkat
Sementara itu, berdasarkan data per 16 Oktober, tercatat jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 bertambah 3.883 orang. Sehingga total ada sebanyak 277.544 orang sembuh dari Covid-19. Di mana rata-rata kesembuhan saat ini kembali naik menjadi sebesar 78,4%. (Baca juga: Perkuat Imunitas Agar tetap Sehat Selama Pandemi)
Angka kesembuhan tertinggi tercatat pada 18 September yakni sebanyak 4.088 orang, 25 September sebanyak 4.343 orang, dan pada 30 September 4.510 orang. Jumlah kesembuhan mencetak rekor tertinggi hingga mencapai 5.810 orang per hari, yakni pada 15 Oktober.
Adapun penambahan kasus positif sebanyak 4.301 kasus atau akumulasi sebanyak 353.461 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.541 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Kuntjoro Adi Purjanto yang ikut di acara yang sama mengatakan bahwa dari penjelasan Kemenkes terjawab bahwa dalam proses pengajuan klaim ini tidak ada niatan pihak Kemenkes untuk mempersulit klaim yang diajukan pihak rumah sakit.
“Pertama kali kami mengucapkan terima kasih karena komunikasi dan dialog ya, komunikasi tentu dialog rumah sakit yang mengajukan, kemudian memang tidak ada niatan, dari proses pengajuan tersebut tidak ada niatan untuk mempersulit. Karena memang uang itu sudah dikeluarkan untuk rumah sakit,” ungkap Kuntjoro.
Kuntjoro pun mengusulkan dua hal untuk menyelesaikan masalah untuk rumah sakit yang kesulitan pengajuan klaim. Pertama, yakni membentuk tim yang akan membantu proses penyelesaian klaim dari rumah sakit. Kedua adalah meningkatkan peran dari Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) untuk mengawasi proses pengajuan klaim pembiayaan untuk rumah sakit rujukan Covid-19 . “Yang kedua yang perlu kita tingkatkan adalah peran dari BPRS nih, untuk melakukan pendampingan dan sebagainya. Itu juga perlu kita tingkatkan,” katanya.
Kesembuhan Terus Meningkat
Sementara itu, berdasarkan data per 16 Oktober, tercatat jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 bertambah 3.883 orang. Sehingga total ada sebanyak 277.544 orang sembuh dari Covid-19. Di mana rata-rata kesembuhan saat ini kembali naik menjadi sebesar 78,4%. (Baca juga: Perkuat Imunitas Agar tetap Sehat Selama Pandemi)
Angka kesembuhan tertinggi tercatat pada 18 September yakni sebanyak 4.088 orang, 25 September sebanyak 4.343 orang, dan pada 30 September 4.510 orang. Jumlah kesembuhan mencetak rekor tertinggi hingga mencapai 5.810 orang per hari, yakni pada 15 Oktober.
Adapun penambahan kasus positif sebanyak 4.301 kasus atau akumulasi sebanyak 353.461 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.541 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Lihat Juga :