Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Senin, 13 Juli 2026 - 16:32 WIB
loading...
Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mendesak Kemenkes mempercepat pengadaan reagen pemeriksaan Early Infant Diagnosis (EID). Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pengadaan reagen pemeriksaan Early Infant Diagnosis (EID). Hal itu untuk mendukung layanan deteksi dini HIV pada bayi di Provinsi Papua Barat.
Keterlambatan pengadaan reagen selama beberapa bulan menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap bayi yang lahir dari ibu dengan diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV).
“Pemeriksaan EID sangat penting supaya bayi yang terinfeksi memperoleh terapi antiretroviral. Kami minta Kemenkes percepat pengadaan reagen untuk Papua Barat,” kata Filep, Senin (13/7/2026).
Menurut Filep, bayi terinfeksi HIV berisiko berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) jika tidak segera mendapat pengobatan, dan sampel darah bayi di Papua Barat yang dikumpulkan sejak akhir November 2025 belum dapat diperiksa.
Baca juga: Ilmuwan Berhasil Hilangkan HIV dari Sel Tubuh dengan Teknologi CRISPR
Pemeriksaan EID menyasar bayi berusia satu hingga 18 bulan yang lahir dari ibu dengan HIV menggunakan metode dried blood spot (DBS), yaitu pengambilan darah dari tumit bayi kemudian diteteskan pada kertas khusus sebelum dikirim ke laboratorium.
Keterlambatan pengadaan reagen selama beberapa bulan menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap bayi yang lahir dari ibu dengan diagnosa Human Immunodeficiency Virus (HIV).
“Pemeriksaan EID sangat penting supaya bayi yang terinfeksi memperoleh terapi antiretroviral. Kami minta Kemenkes percepat pengadaan reagen untuk Papua Barat,” kata Filep, Senin (13/7/2026).
Menurut Filep, bayi terinfeksi HIV berisiko berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) jika tidak segera mendapat pengobatan, dan sampel darah bayi di Papua Barat yang dikumpulkan sejak akhir November 2025 belum dapat diperiksa.
Baca juga: Ilmuwan Berhasil Hilangkan HIV dari Sel Tubuh dengan Teknologi CRISPR
Pemeriksaan EID menyasar bayi berusia satu hingga 18 bulan yang lahir dari ibu dengan HIV menggunakan metode dried blood spot (DBS), yaitu pengambilan darah dari tumit bayi kemudian diteteskan pada kertas khusus sebelum dikirim ke laboratorium.
Lihat Juga :