Antisipasi Kebijakan Kampus Merdeka

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 06:55 WIB
loading...
A A A
Kritik terakhir Prof Watson adalah kewajiban menulis artikel di jurnal ilmiah bagi mahasiswa S-2 dan S-3 di Indonesia. Konon kewajiban ini untuk mendongkrak peringkat universitas di World Class University (WCU). Ini keliru katanya, karena bukan jumlah yang dipentingkan, tapi mutu publikasi yang lebih utama dalam penilaian WCU.

Memublikasikan artikel di jurnal ilmiah prestisius level Q1-Q2 relatif sulit, mungkin lebih banyak mahasiswa pascasarjana yang akhirnya menulis publikasi ilmiah di jurnal level Q3-Q4. Pilihan menulis di jurnal level Q3-Q4 bisa karena terkait mutu tulisan, juga karena biaya publikasinya lebih murah dibandingkan Q1-Q2. Publikasi ilmiah mahasiswa pascsarjana harus diakui turut mengatrol nama dosen sebagai penulis kedua dan seterusnya. Di samping itu, mahasiswa S-3 kebanyakan berprofesi sebagai dosen atau peneliti dan oleh karenanya syarat publikasi ilmiah bagi mahasiswa pascasarjana hendaknya tetap dipertahankan.

Kembali pada wacana mengurangi beban SKS sarjana dari 144 menjadi 120 SKS, ini perlu digodok dan ditimbang plus-minusnya. Kalau di luar negeri mahasiswa bisa lulus 4 tahun dengan 120 SKS, mengapa kita harus 144 SKS dan akhirnya kelulusan mahasiswa menjadi molor? Adalah suatu pemborosan sumber daya dan sumber dana bila mahasiswa yang seharusnya kuliah 4 tahun, namun harus menjadi 4,5-5 tahun.

Saking beratnya beban SKS mahasiswa Indonesia, ada kalanya di suatu kampus pada semester tertentu nilai IPK mahasiswa justru turun karena setiap mata kuliah yang ditempuh pada semester tersebut mewajibkan ada praktikumnya. Mata kuliah yang bersifat teori dan praktikum dapat merupakan satu paket bila learning outcomes yang disusun memang mensyaratkan perlunya keterampilan praktik. Namun bila tidak, maka kuliah harusnya dapat dilaksanakan tanpa praktikum yang justru dianggap memberatkan mahasiswa.

Sejalan dengan Program Kampus Merdeka, kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) ataupun magang adalah hal baik yang harus dilanjutkan dengan pemberian bobot SKS yang setara dengan beban kegiatannya. Dalam kegiatan-kegiatan tersebut mahasiswa KKN berada di desa atau magang di suatu industri selama dua bulan. Ini akan memberi pengalaman yang baik untuk menunjang pemahaman teoritis yang selama ini diperolehnya di kampus.

(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
Rekomendasi
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved