BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah

Sabtu, 06 Juni 2026 - 11:35 WIB
loading...
BI Rate Naik dan Rupiah...
Adhitya Wardhono, Dosen dan Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Jember. Foto: Istimewa
A A A
Adhitya Wardhono
Dosen dan Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Jember

BANK Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI rate) menjadi 5,25% (Mei 2026). Langkah all out ini dimaksudkan memperkuat nilai tukar rupiah, dan menjaga inflasi tetap dalam sasaran. Namun justru pada perdagangan Kamis pagi, 4 Juni 2026, rupiah jatuh hingga menyentuh level Rp18.021 per dolar AS. Apakah kegagalan mekanisme transmisi moneter ini sebuah anomali? Atau sekadar sinyal sistemik bahwa pasar keuangan telah kehilangan kepercayaan?

Jadi, kira-kira apa yang sedang dipikirkan pelaku pasar keuangan? Dalam teori ekonomi moneter, kenaikan BI rate seharusnya menarik aliran modal masuk, meningkatkan permintaan terhadap mata uang domestik, dan pada akhirnya memperkuat nilai tukar. Fakta empirisnya menunjukkan, setelah BI menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%, Rupiah masih terus dalam tekanan.

Kontradiksi ini memberikan interpretasi yang cukup jelas dari perspektif pasar, khususnya jika dianalisis dalam kerangka uncovered interest rate parity. Secara teoretis, kenaikan suku bunga domestik seharusnya meningkatkan interest rate differential yang menguntungkan Rupiah. Sehingga menarik aliran modal masuk dan menstabilkan nilai tukar.

Tetapi kegagalan mekanisme ini terjadi karena pasar menilai bahwa tambahan imbal hasil yang ditawarkan belum mampu mengompensasi peningkatan country risk premium Indonesia. Yang ternyata bergerak lebih cepat dibandingkan kenaikan yield dari instrumen keuangan domestik. Ini sama dengan bahwa persamaan ekspektasi nilai tukar tidak lagi didominasi oleh interest rate differential, melainkan oleh ekspektasi depresiasi yang tertanam dalam risk premium.

Pasar sedang mengatakan masalah yang dihadapi bukanlah liquidity problem melainkan confidence problem. Investasi portofolio asing tidak masuk bukan karena imbal hasil terlalu rendah, tetapi karena kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal, ketahanan eksternal, dan konsistensi kebijakan yang membuat investor mempersyaratkan risk premium jauh lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh kenaikan suku bunga saat ini.

Sinyal ini perlu dibaca secara serius karena mengindikasikan bahwa kebijakan moneter konvensional telah kehilangan sebagian besar efektivitasnya dalam menstabilkan nilai tukar. Selama ekspektasi risiko terus memburuk, kenaikan suku bunga lebih lanjut sekalipun mungkin hanya akan memberikan tekanan ganda pada pertumbuhan ekonomi tanpa mampu menghentikan pelemahan Rupiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
Rekomendasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Berita Terkini
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved