Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan

Rabu, 03 Juni 2026 - 21:59 WIB
loading...
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Perdana Wahyu Santosa, Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, dan Direktur Riset GREAT Institute. Foto: Istimewa
A A A
Perdana Wahyu Santosa
Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, dan Direktur Riset GREAT Institute

ANGKA-angka itu berbicara dalam satu bahasa yang sama. Dalam kurun lima bulan pertama 2026, rupiah melemah sekitar tujuh persen terhadap dolar AS dan kini bertengger di kisaran Rp 17.800–Rp 17.900. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hampir 30 persen dari posisi awal tahun yang berada di level 8.748 — menjadi salah satu koreksi terburuk dalam satu dekade terakhir.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih hampir Rp54 triliun di pasar saham sepanjang tahun ini. Dua instrumen yang berbeda, satu sinyal yang sama: pasar sedang meragukan sesuatu.

Apa yang tepatnya diragukan pasar?


Di permukaan, jawabannya terlihat jelas. Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak melampaui US$105 per barel. Gangguan di Selat Hormuz memperparah tekanan pada negara pengimpor energi seperti Indonesia.

The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, membuat dolar menjadi lebih menarik daripada aset-aset emerging market. Penjelasan ini benar. Tapi ia tidak lengkap, dan justru ketidaklengkapannya itulah yang perlu kita bicarakan.

Karena fakta lain juga benar: pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen, angka tertinggi untuk periode yang sama dalam 13 tahun. Konsumsi rumah tangga masih solid.

Program pemerintah berjalan. Kalau fundamental ekonominya sekuat yang dinarasikan, mengapa pasar modal dan pasar valas merespons seakan-akan sedang membaca cerita yang berbeda?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
Sarwendah Hadiri Sidang...
Sarwendah Hadiri Sidang Hak Asuh Anak, Ungkap Tekad Selalu Menjaga dan Membahagiakan Anak
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved