Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional

Senin, 29 Juni 2026 - 12:21 WIB
loading...
A A A

Ancaman pidana mati


Lalu, bagaimana menempatkan hukuman mati? Negara tetap berhak mempertahankan sanksi paling berat bagi pelaku paling serius: pengendali jaringan transnasional, produsen skala besar, penyandang dana, dan pihak yang dengan sadar merusak masa depan ribuan orang. Namun, argumen ini tidak boleh dipahami sebagai ajakan untuk menghukum mati secara serampangan.

Dalam kerangka negara hukum, hukuman mati hanya dapat dibicarakan dengan standar pembuktian tertinggi, peradilan yang bebas dari penyiksaan, akses pembelaan yang efektif, perlindungan terhadap salah tangkap, serta pembedaan tegas antara pecandu, kurir yang dieksploitasi, dan aktor utama dalam sindikat. Hukuman mati tanpa kepastian penegakan hukum hanya menjadi simbol. Simbol saja tidak cukup untuk mengalahkan jaringan kriminal.

Efek gentar juga tidak lahir hanya dari beratnya ancaman pidana, tetapi juga dari kepastian tertangkap, kepastian aset disita, dan kepastian jaringan dibongkar. Para pengendali sindikat biasanya sudah menghitung risikonya. Mereka tidak gentar oleh retorika, tetapi dapat lumpuh oleh intelijen yang presisi, kerja sama lintas negara, kontrol prekursor, pengawasan pelabuhan, analisis transaksi, dan perampasan aset secara konsisten. Karena itu, hukuman berat harus menjadi bagian dari strategi yang lebih besar, bukan pengganti strategi.

Pendekatan baru


Indonesia perlu memperbarui pendekatan. Pertama, membedakan secara tegas antara korban penyalahgunaan dan pelaku kejahatan terorganisasi. Rehabilitasi harus diperkuat bagi pengguna dan pecandu, sementara penindakan keras diarahkan pada produsen, bandar, pengendali, dan pencuci uang. Kedua, memperkuat kerja sama regional, terutama di ASEAN, karena rantai pasok narkotika sintetis tidak berhenti di satu negara.

Ketiga, memperlakukan pelabuhan, jalur laut, dan perbatasan sebagai ruang keamanan nasional, bukan sekadar titik administrasi. Keempat, menjadikan asset recovery sebagai indikator utama keberhasilan. Kelima, membangun pendidikan publik yang tidak sekadar moralistis, tetapi berbasis bukti, keluarga, sekolah, kampus, dunia kerja, dan komunitas digital.

Pada akhirnya, narkoba merupakan ancaman bagi kedaulatan manusia Indonesia. Ia menyerang tubuh, pikiran, keluarga, ekonomi, institusi, dan masa depan. Negara tidak boleh lemah, tetapi juga tidak boleh gegabah. Ketegasan harus disertai kecerdasan. Pemidanaan harus disertai pencegahan.

Kerja nasional harus dihubungkan dengan kerja sama internasional. Bila Indonesia ingin menyelamatkan generasi menuju 2045, pemberantasan narkoba harus naik kelas: dari perang terhadap barang bukti menjadi perang terhadap jaringan, uang, dan kekuasaan gelap yang menopangnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Perkuat Ekosistem Usaha...
Perkuat Ekosistem Usaha di Kaltara, Askrindo Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPP APINDO Kota Tarakan
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
Rekomendasi
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Asila Maisa Curhat Masih...
Asila Maisa Curhat Masih Dihujat Jadi Selingkuhan Rizky Billar
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Berita Terkini
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
2 Sisi PFII: Potensi...
2 Sisi PFII: Potensi versus Presisi
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved