Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional

Senin, 29 Juni 2026 - 12:21 WIB
loading...
A A A
Dalam konteks hukum internasional, perdagangan narkoba telah lama dipahami sebagai kejahatan lintas negara. Konvensi PBB 1988 tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika menempatkan pemberantasan narkoba dalam kerangka kerja sama ekstradisi, bantuan hukum timbal balik, pengendalian prekursor, dan pelacakan hasil kejahatan.

Konvensi PBB melawan Kejahatan Terorganisasi Transnasional juga menegaskan bahwa organisasi kriminal modern bekerja melalui jaringan, bukan melalui pelaku tunggal. Mereka bergerak melintasi yurisdiksi, memakai perusahaan cangkang, rekening nominee, aset kripto, jalur pelabuhan, kurir rentan, dan celah dalam penegakan hukum.

Ekosistem terlarang


Indonesia berada pada posisi geografis yang rentan. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan pulau, pelabuhan, jalur laut, dan titik perbatasan, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga koridor. Sindikat tidak membaca batas negara seperti aparat membaca peta administrasi. Mereka menyoroti kelemahan pengawasan, disparitas kapasitas aparat, keterbatasan pertukaran intelijen, dan ketimpangan ekonomi masyarakat pesisir.

Karena itu, pemberantasan narkoba tidak mungkin hanya mengandalkan operasi penangkapan di tingkat hilir. Negara harus masuk ke hulu: produsen, jaringan distribusi, pengendali keuangan, dan pelindung politik atau birokratik yang membuat jaringan tersebut bertahan.

Di sinilah pencucian uang menjadi jantung persoalan. Kejahatan narkoba tetap hidup karena uangnya dapat disamarkan. Tanpa kemampuan mencuci hasil kejahatan, sindikat kehilangan insentif. Karena itu, ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak cukup dihitung dari kilogram sabu atau jumlah tersangka, tetapi dari seberapa besar aset yang dirampas, rekening yang dibekukan, struktur perusahaan yang dibongkar, dan pengendali utama yang dihukum.

Kurir mudah diganti. Bandar menengah dapat dikorbankan. Namun, arsitek keuangan jaringan sulit pulih jika negara tidak mampu mencegah dan menggagalkan upaya pencucian hasil tindak pidana ini. Kaitan dengan terorisme juga perlu dipahami dengan saksama. Tidak setiap jaringan narkoba adalah jaringan terorisme.

Namun, sejarah kejahatan transnasional menunjukkan bahwa kelompok teror, milisi, dan organisasi kriminal dapat menggunakan jalur logistik, pasar gelap, penyelundupan, serta pencucian uang yang sama. Di sejumlah kawasan konflik, perdagangan narkoba menjadi sumber pembiayaan kekerasan.

Bagi Indonesia, pelajaran utamanya jelas: rezim anti-narkoba, anti-pencucian uang, dan pencegahan pendanaan terorisme tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Data intelijen keuangan, informasi kepabeanan, patroli laut, imigrasi, kepolisian, BNN, dan kerja sama internasional harus saling terhubung dalam satu ekosistem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Perkuat Ekosistem Usaha...
Perkuat Ekosistem Usaha di Kaltara, Askrindo Jalin Kerja Sama Strategis dengan DPP APINDO Kota Tarakan
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
Rekomendasi
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Hujan Deras Guyur Bogor...
Hujan Deras Guyur Bogor saat Kemarau, BMKG: Dipicu Gangguan Atmosfer Regional
Berita Terkini
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
2 Sisi PFII: Potensi...
2 Sisi PFII: Potensi versus Presisi
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved