BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah

Sabtu, 06 Juni 2026 - 11:35 WIB
loading...
A A A
Lebih penting lagi, pasar saat ini tidak lagi memisahkan isu fiskal dan moneter. Keduanya mulai saling terkait melalui mekanisme transmisi yang sederhana namun berbahaya, pelemahan rupiah meningkatkan beban subsidi energi, yang kemudian memperlebar defisit fiskal.

Defisit yang melebar membutuhkan pembiayaan utang yang lebih besar, sehingga penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) meningkat. Meningkatnya pasokan SBN di tengah pelemahan minat investor memaksa pemerintah menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, yang pada gilirannya membuat investor meminta premi risiko lebih besar. Premi risiko yang lebih tinggi justru kembali menekan rupiah.

Lingkaran tekanan yang saling memperkuat ini menunjukkan bahwa stabilitas rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada BI melalui kebijakan moneter semata, melainkan membutuhkan koordinasi fiskal yang kredibel untuk memutus rantai umpan balik negatif tersebut. Pemerintah juga harus segera berbenah bahwa masalahnya bukan sekadar sentimen.

Yakin pasar tetap waswas apabila pejabat publik hanya berujar retorika fundamental kuat dan terjaga. Pasar membutuhkan bukti bahwa fiskal kembali disiplin. Dalam kondisi rupiah tertekan, komunikasi pemerintah dipahami sebagai bagian dari kebijakan ekonomi. Pernyataan yang kurang tepat memicu perolehan penalti yang lebih mahal daripada sekedar intervensi pasar.

Akhirnya, pasar perlu bukti bahwa Indonesia mampu memutus lingkaran setan fiskal-moneter. Selama tren defisit memburuk, belanja tidak terkendali, dan koordinasi kebijakan tidak menemukan hasilnya, maka rupiah akan terus menjadi korban. Kenaikan BI rate hanyalah plester pada luka yang membutuhkan operasi besar. Maka waktunya bertindak nyata dan hadap masalah lebih kuat sekarang.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rekomendasi
MNC Sekuritas dan Politeknik...
MNC Sekuritas dan Politeknik Negeri Jakarta Bekali Keterampilan Mengelola Keuangan untuk Pelajar SMA YPHB Bogor
Distribusi BBM di Sumut...
Distribusi BBM di Sumut Berangsur Normal, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Aman
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Berita Terkini
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Don Ritto Bungkam saat...
Don Ritto Bungkam saat Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Penampakannya
Febrie Adriansyah Mulai...
Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Kejagung, Hotman Paris: Sebagai Tersangka
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved