Putus Mata Rantai COVID-19, Reisa Tekankan Pentingnya Terapkan 3M dalam Keseharian
Sabtu, 19 September 2020 - 09:34 WIB
loading...
Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro menyampaikan kepada masyarakat untuk menerapkan 3M dalam keseharian dan lebih baik di rumah saja agar memutus mata rantai pandemi. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro menyampaikan kepada masyarakat untuk menerapkan 3M dalam keseharian dan lebih baik di rumah saja agar memutus mata rantai pandemi COVID-19 yang harus dilakukan secara bersamaan di seluruh Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 18 September 2020, menurut Reisa, penambahan pasien sembuh hari ini tercatat paling tinggi sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Maret lalu yakni mencapai 4.088 kasus. (Baca juga: Cek, Bantuan Sembako Covid-19 Tahap 7 per Wilayah di DKI Jakarta)
“Saat ini angka kesembuhan semakin baik berada di kisaran 71%, artinya 7 dari 10 orang yang terpapar dari Covid-19 telah sehat dan produktif kembali,” ungkap Reisa saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Total pasien sembuh, menurut Reisa, sudah mencapai 170.774 kasus dan untuk kasus aktifnya ada 56.409 kasus. Ia juga menyatakan dari data-data itu menunjukkan bahwa saat ini pasien positif yang sedang dirawat kurang dari 1/3 total kasus yang ada.
Sekadar mengetahui, tambah Reisa, kasus aktif itu adalah jumlah pasien yang saat ini dalam perawatan atau isolasi kaenanya kondisi baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. “Yang utama bagi kita semua adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mari terus biasakan diri dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar,” imbaunya.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 18 September 2020, menurut Reisa, penambahan pasien sembuh hari ini tercatat paling tinggi sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Maret lalu yakni mencapai 4.088 kasus. (Baca juga: Cek, Bantuan Sembako Covid-19 Tahap 7 per Wilayah di DKI Jakarta)
“Saat ini angka kesembuhan semakin baik berada di kisaran 71%, artinya 7 dari 10 orang yang terpapar dari Covid-19 telah sehat dan produktif kembali,” ungkap Reisa saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Total pasien sembuh, menurut Reisa, sudah mencapai 170.774 kasus dan untuk kasus aktifnya ada 56.409 kasus. Ia juga menyatakan dari data-data itu menunjukkan bahwa saat ini pasien positif yang sedang dirawat kurang dari 1/3 total kasus yang ada.
Sekadar mengetahui, tambah Reisa, kasus aktif itu adalah jumlah pasien yang saat ini dalam perawatan atau isolasi kaenanya kondisi baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. “Yang utama bagi kita semua adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mari terus biasakan diri dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar,” imbaunya.
Lihat Juga :