Banjir Jakarta Belum Berlalu
Senin, 19 Januari 2026 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
Kebutuhan untuk menyediakan informasi akses gratis, mampu mendeteksi kemungkinan banjir pasang sejak dini dan didukung oleh perkembangan teknologi informasi, berupa penyebaran informasi melalui jaringan internet. Pemerintah Provinsi Jakarta menyampaikan pesan potensi banjir secara langsung kepada publik melalui laman resminya “pantau banjir Jakarta”. Masyarakat, khususnya warga di sejumlah Rt yang rawan banjir kerap kali tidak terpapar informasi banjir. Mereka jarang memiliki gawai cerdas untuk mengakses lama resmi Pemda.
Perlu intervensi langsung pihak kelurahan dalam bentuk pemberian pengetahuan kognitif diberikan sebelum musim penghujan datang ke sejumlah RT yang memiliki indeks kerawanan banjir tinggi. Selanjutnya di musim penghujan informasi yang diberikan lebih ditujukan kepada strategi untuk perlindungan terhadap banjir.
Terdapat kesenjangan pengetahuan di kalangan masyarakat rawan banjir mengenai risiko yang terkait dengan perubahan iklim. Media massa, seperti TV, radio, dan surat kabar, belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menyebarluaskan informasi tentang banjir real time. Selain metode penempatan kondisi banjir di “pantau banjir jakarta” yang pasif sifatnya, perlu juga promosi penyebaran informasi risiko iklim kepada warga Jakarta. Bahkan, isu risiko dan kerentanan iklim banyak beredar di kalangan masyarakat menengah yang tidak memiliki indeks kerawanan tinggi.
Khusus mereka yang kerap terpapar banjir, maka pengalaman terpapar banjir rutin di Jakarta tentu responnya akan berbeda dengan mereka yang jarang mengalami banjir. Seharusnya pengalaman langsung ini dapat mendorong lebih dalam upaya perlindungan terhadap banjir. Intervensi pihak pemerintah daerah terhadap mereka dalam bentuk sosialisasi rutin di musim penghujan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Di daerah rawan banjir Jakarta, maka perlu dibentuk komunitas yang memiliki respon cepat banjir terhadap banjir. Karena risiko banjir, sampai batas tertentu, tidak dapat dihindari, kemampuan untuk menanggapi risiko sangat penting untuk mencegah kehilangan nyawa, cedera dan hilangnya harta benda. Kemampuan respons cepat anggota masyarakat dan kualitas layanan informasi pemerintah daerah menanggapi peristiwa bencana merupakan kunci untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Seberapa cepat dan tepatnya respons masyarakat terhadap datangnya banjir dipengaruhi oleh penyebaran informasi dari pihak berwenang.
Komunitas terdampak didorong untuk berinteraksi secara real time di platform media-media sosial yang ada. Masyarakat dapat memberikan informasi dan opini terkait bencana yang terjadi melalui platform media sosial yang ada. Media sosial telah terbukti menjadi sumber yang berguna untuk mendapatkan informasi terkait bencana secara langsung dari orang-orang yang mengalaminya sendiri. Bahkan pemberitaan banjir dapat dilakukan secara langsung, sehingga memudahkan pemangku kepentingan untuk memberikan pertolongan cepat.
Perlu intervensi langsung pihak kelurahan dalam bentuk pemberian pengetahuan kognitif diberikan sebelum musim penghujan datang ke sejumlah RT yang memiliki indeks kerawanan banjir tinggi. Selanjutnya di musim penghujan informasi yang diberikan lebih ditujukan kepada strategi untuk perlindungan terhadap banjir.
Terdapat kesenjangan pengetahuan di kalangan masyarakat rawan banjir mengenai risiko yang terkait dengan perubahan iklim. Media massa, seperti TV, radio, dan surat kabar, belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menyebarluaskan informasi tentang banjir real time. Selain metode penempatan kondisi banjir di “pantau banjir jakarta” yang pasif sifatnya, perlu juga promosi penyebaran informasi risiko iklim kepada warga Jakarta. Bahkan, isu risiko dan kerentanan iklim banyak beredar di kalangan masyarakat menengah yang tidak memiliki indeks kerawanan tinggi.
Khusus mereka yang kerap terpapar banjir, maka pengalaman terpapar banjir rutin di Jakarta tentu responnya akan berbeda dengan mereka yang jarang mengalami banjir. Seharusnya pengalaman langsung ini dapat mendorong lebih dalam upaya perlindungan terhadap banjir. Intervensi pihak pemerintah daerah terhadap mereka dalam bentuk sosialisasi rutin di musim penghujan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Di daerah rawan banjir Jakarta, maka perlu dibentuk komunitas yang memiliki respon cepat banjir terhadap banjir. Karena risiko banjir, sampai batas tertentu, tidak dapat dihindari, kemampuan untuk menanggapi risiko sangat penting untuk mencegah kehilangan nyawa, cedera dan hilangnya harta benda. Kemampuan respons cepat anggota masyarakat dan kualitas layanan informasi pemerintah daerah menanggapi peristiwa bencana merupakan kunci untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Seberapa cepat dan tepatnya respons masyarakat terhadap datangnya banjir dipengaruhi oleh penyebaran informasi dari pihak berwenang.
Komunitas terdampak didorong untuk berinteraksi secara real time di platform media-media sosial yang ada. Masyarakat dapat memberikan informasi dan opini terkait bencana yang terjadi melalui platform media sosial yang ada. Media sosial telah terbukti menjadi sumber yang berguna untuk mendapatkan informasi terkait bencana secara langsung dari orang-orang yang mengalaminya sendiri. Bahkan pemberitaan banjir dapat dilakukan secara langsung, sehingga memudahkan pemangku kepentingan untuk memberikan pertolongan cepat.
(rca)
Lihat Juga :