Algoritma Kemanusiaan dan Kompas Moral yang Diperebutkan

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:02 WIB
loading...
A A A
Dalam studi hubungan internasional, ada secercah harapan bahwa norma HAM tetap mampu membentuk perilaku negara. Melalui tekanan internasional, diplomasi publik, kampanye lintas negara, dokumen pelanggaran, hingga solidaritas digital, perubahan tetap mungkin terjadi—meski perlahan dan tidak merata. Perubahan itu muncul ketika masyarakat sipil global bergerak lebih cepat daripada negara, ketika suara publik menembus batas-batas politik, dan ketika warga merekam serta membagikan apa yang tidak ingin dilihat oleh kekuasaan.

Namun, perubahan ke depan menuntut sesuatu yang lebih dari sekadar mekanisme hukum: kita membutuhkan cara pandang baru tentang kemanusiaan. UDHR hanya dapat bertahan jika kita berani mengakui bias-bias yang menyertainya, memperluas ruang bagi mereka yang selama ini tidak didengar, dan menolak narasi yang merendahkan martabat manusia. Universalitas tidak bisa dipertahankan dengan klaim, tetapi dengan keberanian untuk menyelaminya kembali dari bawah—dari pengalaman korban, minoritas, dan kelompok yang dimarjinalkan oleh algoritma global.

Di sinilah tantangan terbesar kita hari ini. Dalam dunia yang kian diatur oleh algoritma digital dan algoritma kekuasaan, kita berisiko kehilangan kemampuan paling dasar: melihat manusia sebagai manusia. Ketika narasi politik menutupi penderitaan, ketika identitas mengalahkan empati, dan ketika teknologi membuat kita terbiasa melompati tragedi, kompas moral dunia pun perlahan kehilangan arah.

Karena itu, menyambut 10 Desember bukan sekadar ritual memperingati lahirnya sebuah deklarasi. Ini adalah undangan untuk memeriksa ulang algoritma kemanusiaan yang bekerja dalam kepala kita sendiri: siapa yang kita anggap penting, siapa yang kita abaikan, siapa yang kita bela, dan siapa yang kita biarkan hilang dalam sunyi.

UDHR lahir bukan sebagai dokumen sempurna, tetapi sebagai peringatan bahwa dunia tanpa kompas moral akan mudah tersesat. Hari ini, kompas itu tidak hilang. Ia hanya sedang diperebutkan. Dan tugas kita bersama adalah memastikan bahwa kompas itu kembali menunjuk pada nilai yang tidak berubah: bahwa martabat manusia tidak dapat dinegosiasikan oleh negara mana pun, kepentingan apa pun, atau algoritma sebesar apa pun.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Polemik Sertifikasi...
Polemik Sertifikasi Aktivis HAM, DPR: Peran Negara Harusnya Melindungi, Bukan Menentukan
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Ketum Peradi Profesional:...
Ketum Peradi Profesional: Berhenti Jadikan Algoritma sebagai Entitas yang Kebal Hukum
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Fahri Bachmid Soroti...
Fahri Bachmid Soroti Algoritma dan Teknologi Digital saat LK II HMI Kota Bogor 2026
Rumah Sakit Jiwa di...
Rumah Sakit Jiwa di China Jadi Sorotan atas Dugaan Penyalahgunaan
Rekomendasi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved