Mencari Realitas Indonesia di Luar Jendela Gedung Tinggi: Ilusi Kemajuan RI

Senin, 08 Desember 2025 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Lebih dari 150 juta penduduk hidup dalam kemiskinan atau kerentanan; skor pendidikan stagnan selama dua dekade; dan sebagian besar anak muda terjebak dalam putaran pengangguran, setengah menganggur, atau pekerjaan informal tanpa perlindungan apa pun. Jika peradaban diukur dari kualitas manusia—sebagaimana ditegaskan oleh Amartya Sen dalam kerangka capability approach—maka Indonesia masih jauh dari tujuan peradabannya sendiri.

Krisis ini bukan datang tiba-tiba, melainkan hasil dari akumulasi pilihan kebijakan yang gagal menyentuh akar masalah. Dalam literatur global governance, terjadinya jurang antara visi dan realitas ini dikenal sebagai implementation gap.

Indonesia lihai menciptakan visi, tetapi lemah dalam mewujudkannya; ambisi besar disampaikan dari podium, namun terhambat oleh lemahnya institusi, minimnya kapasitas teknokrasi, dan budaya birokrasi yang masih terjerat feodalisme. Dalam suasana seperti ini, inovasi sering mati sebelum lahir, dan kritik dipandang ancaman alih-alih dorongan untuk berbenah.

Di balik semua ini, terdapat satu persoalan mendasar: negara kehilangan sense of crisis. Profesor Heike Holbig pernah menulis bahwa sebuah negara hanya mampu bertahan dalam turbulensi global ketika ia memiliki “kepekaan terhadap ancaman yang belum terlihat.”

Namun kepekaan itu sulit hadir bila elite hidup dalam ruang persepsi yang terpisah dari realitas sosial. Epistemic community—komunitas ahli yang seharusnya menjadi fondasi kebijakan berbasis pengetahuan—tidak berkembang dengan kuat karena meritokrasi tidak menjadi kultur dominan.

Dalam kondisi seperti ini, negara cenderung masuk ke dalam apa yang disebut Peter Evans sebagai weak state equilibrium.Kondisi stagnasi karena aktor-aktor kunci tidak memiliki insentif untuk memperbaiki institusi.

Feodalisme birokrasi memperparah keadaan. Dalam ruang-ruang rapat yang seharusnya menjadi arena adu gagasan, sering kali yang terjadi justru hierarki yang kaku: yang dekat lebih didengar daripada yang kompeten, yang patuh lebih dihargai daripada yang kritis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Rekomendasi
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
10 Momen Cristiano Ronaldo...
10 Momen Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved