Standar Ganda Hubungan Dagang Indonesia-Israel
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Padahal, kegiatan perdagangan sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi Israel. Data statistik Bank Dunia menunjukkan persentase perdagangan terhadap PDB Israel terus mengalami peningkatan dari 51 persen pada 2020 menjadi 54 persen pada 2024.
Hal ini menggambarkan signifikansi kegiatan perdagangan dalam perekonomian Israel, termasuk perdagangan luar negeri. Perolehan keuntungan digunakan untuk berinvestasi, bahkan tidak menutup kemungkinan digunakan untuk membeli persenjataan yang digunakan untuk menindas saudara-saudara kita di Palestina.
Perdagangan untuk Kemanusiaan
Untuk itu, Indonesia harus bersikap selaras antara perkataan dengan perbuatan khususnya dalam konteks perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Kita menyambut baik inisiatif perdamaian Trump di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang diikuti dengan pelepasan sandera dan tahanan dari kedua belah pihak.
Kendati demikian sebaiknya hal ini tidak dijadikan sebagai satu-satunya jalan untuk menjamin keberlanjutan perdamaian antara kedua belah pihak. Sebab, hingga berakhirnya KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, beberapa waktu lalu, belum ada satu indikasi pun yang menyatakan dengan jelas pengakuan terhadap kedaulatan negara Palestina.
Menghentikan sementara perdagangan dengan Israel dapat menjadi alat penekan terutama untuk segera membuka jalur bantuan kemanusiaan ke semua wilayah Palestina. Kendati hal ini telah didiskusikan dalam skenario perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Trump, tidak ada kerangka waktu yang jelas, kapan, siapa, dan bagaimana bantuan kemanusiaan ini dapat cepat direalisasikan mengingat krisis kemanusiaan telah melanda masyarakat Palestina. Mereka tidak lagi memiliki rumah untuk berlindung, makanan untuk dikonsumsi, hingga anak-anak yang bertahan hidup dalam kondisi menyedihkan.
Merujuk kepada data ITC, terdapat sepuluh negara yang telah menjadi destinasi ekspor utama Israel yaitu AS, Irlandia, China, Belanda, Jerman, India, Inggris, Belgia, Perancis, dan Brazil. Sangat terbuka peluang bagi Indonesia untuk mendekati beberapa negara tersebut, seperti BRICS, dalam memperkuat langkah penghentian hubungan dagang ini demi kemanusiaan.
Hal ini juga sejalan dengan Pasal 2 Piagam PBB bahwa semua anggota harus menahan diri dari memberikan bantuan kepada negara manapun yang terhadapnya PBB mengambil tindakan pencegahan atau penegakan hukum. Prinsip ini adalah landasan penting untuk tidak memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang melanggar hukum dan norma internasional, apalagi kejahatan kemanusiaan (genosida).
Hal ini menggambarkan signifikansi kegiatan perdagangan dalam perekonomian Israel, termasuk perdagangan luar negeri. Perolehan keuntungan digunakan untuk berinvestasi, bahkan tidak menutup kemungkinan digunakan untuk membeli persenjataan yang digunakan untuk menindas saudara-saudara kita di Palestina.
Perdagangan untuk Kemanusiaan
Untuk itu, Indonesia harus bersikap selaras antara perkataan dengan perbuatan khususnya dalam konteks perjuangan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia. Kita menyambut baik inisiatif perdamaian Trump di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang diikuti dengan pelepasan sandera dan tahanan dari kedua belah pihak.
Kendati demikian sebaiknya hal ini tidak dijadikan sebagai satu-satunya jalan untuk menjamin keberlanjutan perdamaian antara kedua belah pihak. Sebab, hingga berakhirnya KTT Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, beberapa waktu lalu, belum ada satu indikasi pun yang menyatakan dengan jelas pengakuan terhadap kedaulatan negara Palestina.
Menghentikan sementara perdagangan dengan Israel dapat menjadi alat penekan terutama untuk segera membuka jalur bantuan kemanusiaan ke semua wilayah Palestina. Kendati hal ini telah didiskusikan dalam skenario perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Trump, tidak ada kerangka waktu yang jelas, kapan, siapa, dan bagaimana bantuan kemanusiaan ini dapat cepat direalisasikan mengingat krisis kemanusiaan telah melanda masyarakat Palestina. Mereka tidak lagi memiliki rumah untuk berlindung, makanan untuk dikonsumsi, hingga anak-anak yang bertahan hidup dalam kondisi menyedihkan.
Merujuk kepada data ITC, terdapat sepuluh negara yang telah menjadi destinasi ekspor utama Israel yaitu AS, Irlandia, China, Belanda, Jerman, India, Inggris, Belgia, Perancis, dan Brazil. Sangat terbuka peluang bagi Indonesia untuk mendekati beberapa negara tersebut, seperti BRICS, dalam memperkuat langkah penghentian hubungan dagang ini demi kemanusiaan.
Hal ini juga sejalan dengan Pasal 2 Piagam PBB bahwa semua anggota harus menahan diri dari memberikan bantuan kepada negara manapun yang terhadapnya PBB mengambil tindakan pencegahan atau penegakan hukum. Prinsip ini adalah landasan penting untuk tidak memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang melanggar hukum dan norma internasional, apalagi kejahatan kemanusiaan (genosida).
Lihat Juga :