Strategi Sun Tzu dalam Kerusuhan Aksi Massa

Selasa, 02 September 2025 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Pola adanya “agent provocateu” ini sejatinya bukan hal baru. Melainkan bagian dari strategi klasik dalam setiap perebutan kuasa. Hal ini paralel dengan filosofi militer Sun Tzu dalam buku “The Art of War”.

Strategi Sun Tzu Pada Aktor Bayangan dan Lapangan

Buku “The Art of War” adalah karya klasik filsafat militer yang diyakini ditulis pada abad ke-6 SM dan dikaitkan dengan sosok Sun Tzu. Buku ini terdiri dari 13 bab yang masing-masing menguraikan strategi serta teknik berperang, dengan total setidaknya 36 strategi yang dirumuskan. Sebagai salah satu teks militer Tiongkok paling berpengaruh dan terkenal di dunia, kedudukannya begitu dihormati hingga lintas peradaban.

Namun, identitas penulis aslinya masih menjadi perdebatan para sejarawan. Beberapa pakar menilai bahwa nama Sun Tzu hanyalah gelar yang berarti “Filsuf Sun,” bukan nama pribadi. Di luar polemik tersebut, karya ini diakui sebagai salah satu teks strategi tertua yang terus memengaruhi praktik militer, politik, hingga manajemen modern, baik di dunia Timur maupun Barat.

Bila dibaca dengan kacamata “The Art of War” karya Sun Tzu, pola ini merefleksikan strategi ke-3 pada BAB 1 yang membahas mengenai “Strategi Kemenangan”, yakni“Membunuh dengan pedang pinjaman”. Pada konteks ini, aktor bayangan tidak perlu mengotori tangannya sendiri, mereka cukup memanfaatkan kekuatan massa yang sudah terbakar amarah. Agen provokasi ini menjadi pedang pinjaman yang digunakan untuk menghantam musuh politik atau menciptakan instabilitas yang menguntungkan para aktor bayangan ini.

Strategi Sun Tzu ini menekankan bahwa kemenangan terbaik adalah menang tanpa pertempuran (win without fighting). Dalam konteks aksi massa, tujuan utama aktor bayangan bukanlah mengalahkan lawan secara langsung, melainkan menciptakan situasi kacau yang membuat lawan politik kehilangan legitimasi.

Beberapa strategi “The Art of War” lainnya tampak relevan. Misalnya dalam strategi ke-5, “Merampok rumah yang terbakar”. Demonstrasi mahasiswa-masyarakat yang dipicu oleh ketidakpuasan ekonomi dan tragedi kematian Affan Kurniawan menjadi “rumah yang terbakar.” Dalam kondisi rakyat penuh amarah, aktor bayangan masuk untuk memanfaatkan momentum. Api keresahan diperbesar dengan isu-isu tambahan, sehingga kerusuhan makin tak terkendali.

Lalu ada strategi ke-6, “Berpura-pura menyerang dari timur, lalu menyerang dari barat”. Dalam kerangka ini, isu yang dipublikasikan bisa berbeda dari tujuan sebenarnya. Aksi yang awalnya mengangkat tema keadilan dan kesejahteraan sosial, bisa dialihkan menjadi kerusuhan yang memojokkan rezim tertentu. Dengan begitu, fokus publik dan aparat menjadi terpecah.

Sementara itu pada aksi massa ini juga terlihat strategi ke-10, “Pisau tersarung dalam senyuman”. Banyak agen provokasi awalnya menyatu dalam barisan mahasiswa-masyarakat dengan tampilan simpatik. Namun di balik senyuman dan poster aspirasi, mereka menyembunyikan niat untuk merusak, membakar, menjarah, dan menciptakan citra negatif terhadap gerakan mahasiswa-masyarakat.

Berikutnya strategi ke-20, “Memancing di air keruh”. Kekacauan adalah ruang subur bagi provokasi. Dengan menciptakan kebingungan, baik melalui kabar bohong (hoax), seruan palsu, atau tindakan anarkis, aktor berhasil memancing massa untuk ikut serta dalam kerusuhan. Banyak yang tidak sadar bahwa mereka sedang diarahkan, dan bukan sedang mengendalikan aksi.

Proses perubahan aksi damai menjadi chaos bukanlah sesuatu yang instan. Pertama, massa digiring untuk marah lebih dalam dengan provokasi simbolik, misalnya dengan munculnya isu aparat bertindak represif atau munculnya informasi bohong di media sosial. Kedua, agen lapangan memulai tindakan pemicu, seperti melempar batu ke aparat atau membakar fasilitas umum. Tindakan ini akan menimbulkan reaksi aparat dan ketegangan psikologis di antara massa. Ketiga, terjadi efek domino, di mana massa yang sebelumnya pasif ikut terlibat karena atmosfer sudah terlanjur rusuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
5 Mahasiswa Gugat Pasal...
5 Mahasiswa Gugat Pasal Karet UU ITE ke MK, Minta Perlindungan Kebebasan Berpendapat
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
BINUS Career Bekali...
BINUS Career Bekali Mahasiswa dan Alumni Strategi Hadapi Dunia Kerja yang Kian Kompetitif
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar Series Navigating The Future untuk Siapkan Pemimpin Visioner Berdaya Saing Global
Rekomendasi
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Berita Terkini
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved