BPUPKI: Menggali Suara yang Disenyapkan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:04 WIB
loading...
BPUPKI: Menggali Suara...
Nazaruddin, Pemerhati masalah sosial, politik dan hukum. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Nazaruddin
Pemerhati masalah sosial, politik dan hukum

SEJARAH adalah arena perebutan narasi. Yang tercatat, diajarkan, dan diwariskan bukan selalu cermin peristiwa sebenarnya, melainkan hasil seleksi - kadang seleksi yang tajam, bahkan kejam. Sidang-sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945 adalah contoh paling jelas bagaimana politik bisa memutuskan suara siapa yang abadi dalam sejarah, dan suara siapa yang dibungkam.

Buku Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945 karya Muhammad Yamin menjadi rujukan utama banyak generasi untuk memahami BPUPKI. Di dalamnya, kita mendapati pidato penuh semangat dari Soekarno, Hatta, Soepomo, dan Yamin sendiri. Namun, kita nyaris tidak menemukan pidato lengkap tokoh-tokoh Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo, K.H. Abdul Kahar Muzakkir, K.H. Wachid Hasyim, atau Abikusno Tjokrosujoso - padahal mereka jelas hadir, berbicara, dan memperjuangkan visi mereka.

Apakah mereka tidak sepenting tokoh nasionalis sekuler? Justru sebaliknya. Dalam beberapa hari sidang, tokoh-tokoh Islam inilah yang menyuarakan gagasan fundamental: negara merdeka harus bersendi pada ajaran agama, khususnya Islam, dengan keyakinan bahwa agama menjadi perekat, bukan pemecah. Namun, suara-suara itu tidak masuk ke dalam kanon sejarah resmi. Alasannya sederhana: politik.

Politik Ingatan


Tahun 1959, ketika Yamin menerbitkan risalahnya, Indonesia berada di awal Demokrasi Terpimpin. Tarik-menarik ideologi antara nasionalis sekuler dan Islam masih panas. Memunculkan kembali pidato penuh argumentasi syariat di hadapan publik berpotensi menghidupkan kembali tuntutan politik Islam - sesuatu yang justru ingin ditekan oleh rezim. Menghilangkannya adalah strategi. Strategi membangun mitos bahwa kemerdekaan lahir dari konsensus bulat tanpa friksi besar.

Padahal, jika kita menilik dari sumber alternatif - arsip Jepang, catatan surat kabar Asia Raya, memoar keluarga - kita akan melihat gambaran yang lebih rumit.

Rekonstruksi Suara yang Hilang


Berikut rekonstruksi dari pidato tokoh-tokoh Islam, yang diambil dari fragmen arsip dan kesaksian:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Aliansi Mahasiswa Menjawab...
Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak Penguatan Pasal 33 UUD 1945 Hadapi Tantangan Global
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Laporkan Saiful Mujani...
Laporkan Saiful Mujani ke Bareskrim, MPSI: Perbuatan Melawan Hukum dan Kategori Makar
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
FH UNEJ Rayakan Dies...
FH UNEJ Rayakan Dies Natalis ke-61, Soroti Implementasi UUD 1945 dan Arah Pembangunan Nasional
Sejarah di Balik 10...
Sejarah di Balik 10 November Diperingati sebagai Hari Pahlawan
Turnamen Golf Kemerdekaan...
Turnamen Golf Kemerdekaan di Rancamaya Bogor Dibatalkan
Rekomendasi
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Berita Terkini
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved