BPUPKI: Menggali Suara yang Disenyapkan
Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Ki Bagus Hadikusumo - 31 Mei 1945
Ki Bagus memulai pidatonya dengan do'a dan mengajak para anggota BPUPKI merenungkan peran wakil rakyat sebagai pewaris tugas kenabian. Ia menegaskan:
“Saudara-saudara sekalian, negara ini harus bersendi ajaran agama. Bukan karena kita ingin memisahkan saudara yang berbeda iman, tetapi karena ajaran Islam memerintahkan keadilan bagi semua. Syariat bukan untuk memecah, melainkan memelihara.”
K.H. Abdul Kahar Muzakkir - Juni 1945
Dalam inti pernyataannya Kahar Muzakkir menegaskan:
"Piagam Jakarta adalah kesepakatan moral yang memberi tempat terhormat bagi agama dalam sistem negara yang tidak seharusnya dihapuskan begitu saja. Piagam Jakarta adalah konsensus luhur. Mencabut tujuh kata di dalamnya tanpa musyawarah adalah mencabut sebagian janji kemerdekaan.”
Abikusno Tjokrosujoso - Juli 1945
Abikusno menegaskan:
Ki Bagus memulai pidatonya dengan do'a dan mengajak para anggota BPUPKI merenungkan peran wakil rakyat sebagai pewaris tugas kenabian. Ia menegaskan:
“Saudara-saudara sekalian, negara ini harus bersendi ajaran agama. Bukan karena kita ingin memisahkan saudara yang berbeda iman, tetapi karena ajaran Islam memerintahkan keadilan bagi semua. Syariat bukan untuk memecah, melainkan memelihara.”
K.H. Abdul Kahar Muzakkir - Juni 1945
Dalam inti pernyataannya Kahar Muzakkir menegaskan:
"Piagam Jakarta adalah kesepakatan moral yang memberi tempat terhormat bagi agama dalam sistem negara yang tidak seharusnya dihapuskan begitu saja. Piagam Jakarta adalah konsensus luhur. Mencabut tujuh kata di dalamnya tanpa musyawarah adalah mencabut sebagian janji kemerdekaan.”
Abikusno Tjokrosujoso - Juli 1945
Abikusno menegaskan:
Lihat Juga :