IKN, Belajar dari Kegagalan Jonggol Menjadi Ibu Kota Negara

Senin, 28 Juli 2025 - 21:29 WIB
loading...
A A A
Sejak rencana pengembangan Jonggol sebagai kota mandiri, ramai orang berinvestasi membeli tanah di Jonggol, terutama para pejabat, dan pengusaha. Harga tanah di Jonggol menjadi naik berkali lipat. Banyak muncul permasalahan konflik agraria sengketa kepemilikan lahan.

Pembangunan Jonggol sebagai Kota Mendiri dilakukan oleh PT Bukit Jonggol Asri (BJA) . PT BJA dipimpin oleh Arie Soedewo sebagai Presiden Komisaris. Putra Presiden Suharto, Bambang Trihatmodjo menjabat sebagai Komisaris PT BJA. Presiden Direktur dijabat oleh Haryati Kumala.

Badai krisis ekonomi yang melanda Indonesia 1998, dan berdampak terhadap perubahan politik, demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan perlawanan terhadap praktik KKN menyebabkan Presiden Soeharto turun dari kursi kekuasaan.

Para pejabat Orde baru dan Anggota DPR, MPR yang tadinya mendukung semua kebijakan Orde Baru berbalik haluan menyelamatkan diri dan membangun citra diri seolah menjadi pendukung agenda perjuangan reformasi 1998. Merespons agenda tuntutan reformasi 1998, MPR mengeluarkan Tap MPR RI Nomor XI, MPR/ 1998, tentang penyelenggara negara yang bersih dari KKN.

Ketetapan MPR di atas menjadi rujukan hukum, Pemerintah melakukan pembatalan Keppres Nomor 1 Tahun 1997, dengan alasan berbau KKN tidak sesuai dengan semangat pemberantasan KKN yang merupakan agenda utama reformasi 1998.

Kelemahan dari pembangunan pemindahan Jonggol sebagai Ibu kota negara, ada pada kebijakan yang dinilai kental dengan KKN. Kentalnya KKN dalam pembangunan kota mandiri Jonggol, menyebabkan proyek pembangunan tidak dapat dilanjutkan. Pada era BJ Habibie krisis ekonomi nasional berlahan membaik, tetapi pembangunan Jonggol sebagai kota mandiri tidak lagi dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

Jonggol gagal menjadi Ibu Kota Negara dan meninggalkan berbagai persoalan sosial dan konflik agaria. Kebanyakan penduduk pribumi Jonggol menjadi korban makelar mafia tanah (Biong) yang melibatkan aparat pemerintah dan keamanan.

Penulis yang bertempat tinggal di Jonggol sering mendengar keluhan penyesalan penduduk pribumi lokal yang telah menjual tanah warisan keluarga ke para biong dengan harga yang murah, uangnya habis dibelikan sepeda motor atau untuk keperluan yang konsumtif. Penduduk pribumi lokal di Jonggol tidak mampu lagi membeli lahan pertanian dan perumahan pengganti, karena harga tanah telah mengalami kenaikan berkali lipat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Rekomendasi
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Biar Anak Nyaman ke...
Biar Anak Nyaman ke Dokter Gigi, Medikids Serpong Hadirkan Beragam Fasilitas
Berita Terkini
Soroti Masalah Bangsa,...
Soroti Masalah Bangsa, Jaringan Cendekiawan Muda Ajukan 7 Tuntutan
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved