IKN, Belajar dari Kegagalan Jonggol Menjadi Ibu Kota Negara

Senin, 28 Juli 2025 - 21:29 WIB
loading...
A A A
Meski pemindahan Ibu Kota gagal dilakukan, pembangunan perumahan di Jonggol terus berkembang,terutama dilakukan oleh pengembang besar seperti PT Ciputra. Penduduk pribumi lokal kebanyakan bekerja sebagai satpam, pembantu, pedagang kecil, ngojek di Perumahan Citra Indah Ciputra.

Kegagalan Jonggol menjadi ibu Kota negara menjadi pelajaran bagi investor nasional dan internasional dalam berinvestasi di IKN. IKN dan Kota Mandiri Jonggol memiliki beberapa kesamaan. Pertama kebijakan dari presiden yang tidak lagi berkuasa. Kedua, melibatkan mitra swasta dalam berinvestasi. Ketiga, kedua presiden yang mendukung pemindahan ibu kota sama-sama melakukan praktik KKN selama berkuasa dan berhadapan dengan masalah hukum.

Pembangunan IKN sulit dilanjutkan salah satu hambatan adalah kepercayaan publik kepada pemerintah, apakah pemerintah bisa memberikan kepastian hukum dalam berinvetasi, apakah pemerintah Presiden Prabowo akan melanjutkan kebijakan pembangunan dari presiden sebelumnya. Banyak proyek berskala besar di Indonesia yang gagal, karena terindikasi KKN dan tidak dilanjutkan oleh pemerintah berikutnya .

Ketua MPR Bambang Soesatyo saat memberikan kuliah tamu di Universitas Terbuka Pondok Cabe, Selasa, 21 Maret 2023 menyatakan banyak Duta Besar Negara Sahabat, termasuk Dubes Amerika Serikat, masih ragu membeli tanah untuk membangun Kantor Kedutaan di IKN. Mereka khawatir pembangunan IKN tidak akan dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

Kekhawatiran Dubes Amerika Serikat terbukti saat ini setelah Presiden Jokowi telah berakhir masa jabatannya, Pimpinan Partai Politik sudah mulai berbalik arah. Presiden Prabowo sampai saat ini belum menandatangani Keppres tentang pemindahan Ibu Kota Negara ke IKN.

Perayaan HUT ke-80 RI tidak lagi dilakukan di IKN, sebagaimana yang dilakukan Presiden Jokowi. Meski IKN memiliki kekuatan hukum UU No 3/2022, tetapi ada celah hukum untuk membatalkannya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Rekomendasi
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Berita Terkini
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved