Hukum Pidana Pisau Bermata Dua

Minggu, 27 Juli 2025 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Praktik hukum pidana saat ini tidak hanya diperankan aparat penegak hukum akan tetapi juga oleh insan politisi yang berkelindan dengan oknum aparatur penegak hukum atau juga menggunakan sarana opini publik melalui organisasi masyarakat (ormas) berbayar dibantu oleh media nasional dan lokal serta sarana YouTube atau Podcast.

Penegakan hukum pidana saat ini sulit dipastikan terjadi secara orisinal karena lebih banyak menampakkan rekayasa kriminalisasi atau politisasi kasus-kasus yang tampak keluar sepertinya kasus hukum namun di balik itu tampak kepalsuan-kepalsuan yang di luar perkiraan kacamata hukum.

Fungsi dan peranan hukum pidana sebagai pisau bermata dua sejatinya telah kabur tidak jelas mana yang bertujuan membuat jera pelaku kejahatan dan mana yang bertujuan melindungi masyarakat karena telah terbukti kejahatan terus bertumbuh bahkan semakin meningkat sedangkan masyarakat pun tidak terlindungi dengan selayaknya.

Bahkan juga dalam praktik menjadi kabur, sesungghnya mana yang benar bersalah dan tidak. Contoh paling nyata adalah perkara korupsi. Sejak awal penyidikan seseorang yang ditetapkan tersangka telah menerima penderitaan baik secara fisik, psikis dan sosial yang pada gilirannya berdampak terhadap sisi ekonomi keluarga; sarana hukum pidana seperti penangkapan dan penahanan merupakan dua metoda hukum pidana yang tidak manusiawi bahkan melanggar hak-hak asasi tersangka juga keluarganya.

Sejak penyidikan jelas bahwa fungsi sarana hukum pidana, ultimum remedium dan pisau bermata dua justru bermata satu, penderitaan/penjeraan semata-mata. Sebaliknya alih-alih masyarakat merasakan terlindungi, yang tampak justru masyarakat menikmati tontotan dan serangkaian sandiwara lima ronde sejak proses penyidikan sampai pemeriksaan di hadapan majelis hakim yang mulia.

Berita media nasional tentang korupsi selalu menjadi topic headline; apalagi jika tersangka adalah tokoh masyarakat atau berstataus penyelenggara negara (menteri hingga dirjen) yang membuat rating media tersebut meningkat drastis dan laku jual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti...
Pimpin KAUP FHUP, Sayuti Fokus Koneksi Alumni dan Edukasi Profesi Hukum
Deadline 60 Hari Terlewati,...
Deadline 60 Hari Terlewati, Trump Terancam Langgar Hukum Perang AS?
Rekomendasi
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved