Pembangunan Ekonomi Daerah

Senin, 26 Mei 2025 - 17:03 WIB
loading...
Pembangunan Ekonomi...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

PADA
proses pembangunan daerah, penting untuk tidak hanya mengejar laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas dari pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan yang berkualitas lebih menekankan pada aspek keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja yang bermutu dan berupah layak.

Fokus yang berlebihan pada angka pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sering kali menutupi masalah struktural yang lebih mendalam, seperti rendahnya kualitas lapangan kerja dan ketimpangan distribusi pendapatan. Oleh sebab itu, orientasi pembangunan harus bergeser dari sekadar mengejar angka pertumbuhan menjadi menciptakan pertumbuhan yang berkualitas, yakni pertumbuhan yang mampu menciptakan peluang kerja yang layak, inklusif, dan berkelanjutan.

Kualitas pertumbuhan tercermin dari seberapa besar pembangunan mampu menyerap tenaga kerja dalam pekerjaan yang produktif, aman, dan bergaji memadai. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2025, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,28 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya meskipun tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,76%.

Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi belum sepenuhnya berkorelasi dengan penciptaan pekerjaan yang mencukupi. Khususnya bagi lulusan SMA dan SMK yang justru mendominasi jumlah pengangguran.

Sementara itu, upah buruh rata-rata per Februari 2025 tercatat sebesar Rp3,09 juta per bulan, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan Februari 2024 yang sebesar Rp3,04 juta (BPS, 2025). Meski demikian, apabila dibandingkan dengan Standar Hidup Layak (SHL) yang telah mencapai Rp1,02 juta per bulan sebagai indikator kebutuhan dasar, tingkat upah ini belum menunjukkan peningkatan signifikan dalam daya beli, terutama di kalangan buruh informal dan pekerja berpendidikan rendah.

Demi menjawab tantangan tersebut, maka arah pembangunan daerah ke depan perlu menitikberatkan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Pemerintah daerah perlu merancang kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kualitas, di mana kebijakan tersebut tidak hanya fokus pada investasi dan ekspansi ekonomi semata, melainkan juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja yang layak, memperkecil kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Problematika Perkotaan dan Perdesaan
Di Indonesia, permasalahan yang dihadapi oleh wilayah perkotaan dan perdesaan di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang spesifik dan kontekstual. Di kota-kota besar, berbagai isu kompleks seperti kemacetan, anak jalanan, keterbatasan akses air bersih, serta pengelolaan sampah menjadi tantangan utama. Sementara itu, desa-desa di Indonesia umumnya menghadapi hambatan yang lebih mendasar seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya ketersediaan lapangan kerja produktif, dan kurangnya fasilitas umum yang memadai.

Salah satu isu paling menonjol di kota adalah kemacetan lalu lintas. Data menunjukkan bahwa Bandung menjadi kota paling macet di Indonesia dengan rata-rata waktu tempuh mencapai lebih dari 32 menit per 10 kilometer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Sekjen Kemendagri: HUT...
Sekjen Kemendagri: HUT ke-344 Bandar Lampung, Momentum Perkuat Ekonomi Daerah
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
Rekomendasi
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved