Pembangunan Ekonomi Daerah

Senin, 26 Mei 2025 - 17:03 WIB
loading...
A A A
Selain itu, masalah sosial seperti anak jalanan masih menjadi perhatian serius, di mana Kementerian Sosial mencatat lebih dari 9.000 anak hidup telantar di jalanan pada 2024. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemajuan kota dari sisi ekonomi belum selalu sejalan dengan peningkatan kesejahteraan sosial.

Di samping itu, masalah lain yang mengemuka di perkotaan adalah keterbatasan pasokan air bersih dan buruknya pengelolaan sampah. Hingga tahun 2024, hanya sekitar 69% rumah tangga di Jakarta yang mendapatkan layanan air bersih melalui jaringan perpipaan PAM Jaya.

Di sisi lain, timbunan sampah nasional mencapai hampir 34 juta ton sepanjang 2024. Angka ini mencerminkan masih lemahnya sistem pengelolaan limbah di berbagai kota besar dan menunjukkan kebutuhan akan peningkatan kapasitas pengelolaan lingkungan.

Di sisi lain, desa menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dasar dan minimnya lapangan kerja. Data Potensi Desa (Podes) 2024 mencatat bahwa banyak desa masih kekurangan akses jalan yang layak, jembatan, dan fasilitas kesehatan. Sementara itu, sektor pekerjaan di desa masih sangat didominasi oleh sektor informal, dengan lebih dari 73% pekerja di perdesaan bekerja di sektor informal, menurut data BPS.

Hal ini menunjukkan perlunya strategi peningkatan kualitas tenaga kerja dan diversifikasi ekonomi di perdesaan. Fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan balai desa juga belum tersebar merata di seluruh wilayah perdesaan. Ketiadaan fasilitas dasar tersebut berdampak pada rendahnya kualitas hidup masyarakat desa.

Untuk itu, kebijakan pembangunan yang berpihak pada desa harus diarahkan pada pemerataan infrastruktur dan layanan publik. Pemerintah perlu mengedepankan pendekatan yang responsif terhadap tantangan spesifik di masing-masing wilayah agar pembangunan dapat berjalan lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Inovasi Pembangunan Daerah
Tatkala menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan daerah, maka pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan anggaran pemerintah tidak lagi memadai. Perlu ada model pembangunan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan partisipatif.

Salah satu strategi penting yang harus ditempuh adalah melibatkan sektor swasta dan masyarakat secara aktif dalam proses pembiayaan dan pelaksanaan pembangunan. Partisipasi ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah, tetapi juga meningkatkan rasa kepemilikan (ownership) dan keberlanjutan program pembangunan di tingkat lokal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Sultra Tembus Peringkat...
Sultra Tembus Peringkat Terbaik Nasional di Ajang Kemendagri
Program MBG Bisa Genjot...
Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki
Halalbihalal Pasbata,...
Halalbihalal Pasbata, Gubernur Jateng Tekankan Pentingnya Kolaborasi dan Kejujuran
Rekomendasi
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Berita Terkini
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved