Taiwan dan Kedaulatan China: Suatu Perjalanan Sejarah

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:16 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Lai secara terbuka menyebut dirinya sebagai "praktisi Taiwan merdeka yang pragmatis." Namun, sejak menjabat sebagai presiden, pernyataannya tentang hubungan lintas selat mulai berubah, seperti "kedua negara tidak saling tunduk" hingga "di mana pun Republik China berada, semangat Huangpu juga ada," yang menunjukkan pendekatan yang lebih dekat dengan Republik China.

Sebenarnya Lai mengacu pada pernyataan presiden sebelumnya, termasuk Chiang Ching-kuo yang menyebut dirinya "orang China sekaligus orang Taiwan" dengan kebijakan "mengembangkan talenta Taiwan," Lee Teng-hui dengan pernyataan "Republik China ada di Taiwan," Chen Shui-bian dengan "Republik China adalah Taiwan," dan Tsai Ing-wen dengan "Republik China Taiwan." Semua ini, menurut Lai, adalah aset penting yang terakumulasi dalam perjalanan identitas nasional Taiwan selama beberapa dekade terakhir.

Sebenarnya narasi "Republik China" oleh Lai memiliki logika yang jelas. Pendekatan pragmatisnya adalah "menyatukan negara." Dalam pidato Hari Nasional, jumlah sebutannya terhadap "Republik China" bahkan lebih banyak dibandingkan Tsai Ing-wen.

Pendekatan ini berasal dari keyakinan mendalam Lai bahwa "Republik China" adalah landasan bagi persatuan nasional. Karena Lai berasal dari "kelompok hijau murni," tidak ada yang akan meragukan loyalitasnya terhadap Taiwan, sehingga ia mampu dengan jelas mendefinisikan narasi "Republik China" tanpa perlu menggunakan pendekatan yang ambigu seperti Tsai Ing-wen.

Sebenarnya pernyataan Chen Chung yang mewakili Taipei Economic and Trade Office di Indonesia tidak sepenuhnya benar. Penulis mengatakan tidak sepenuhnya benar adalah, memang benar untuk saat ini Beijing belum mempunyai otoritas terhadap Taipei dan wilayah yang dikuasai Taipei, akan tetapi, walau bagaimanapun dalam Konstitusi Republik China (Taiwan), daratan China dan Hongkong-Macau masih merupakan wilayah yang sah dari Republik China.

Oleh karena itu, baik Beijing maupun Taipei sebenarnya tidak perlu alergi dan malu untuk mengakui bahwa perang saudara antara Komunis China dan otoritas Taipei belum selesai, dan hanya berhenti untuk sementara. Tentunya kita berharap kedua belah pihak bisa mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Baik Taiwan maupun daratan China adalah wilayah yang tak terpisahkan dari China, masalahnya Republik Rakyat China atau Republik China?

Kesimpulan
Konflik lintas selat antara Taiwan dan daratan China adalah isu yang kompleks dan telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Dengan meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik, penting bagi negara-negara di kawasan ini, termasuk Indonesia, untuk tetap waspada terhadap perkembangan situasi ini. Stabilitas dan perdamaian regional harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Pertemuan Trump dan...
Pertemuan Trump dan Xi Jinping Diyakini Bahas Taiwan hingga Konflik Iran
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Rekomendasi
Digugat Rp1 Miliar oleh...
Digugat Rp1 Miliar oleh Keluarga Keisya Levronka, Untar Buka Suara
BNN-Bea Cukai Sita 3,37...
BNN-Bea Cukai Sita 3,37 Ton Narkotika, Sahroni: Kejar Bandar Utamanya
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Berita Terkini
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved