IDI Usul Waktu Kerja Dokter Tangani COVID-19 Dipersingkat

Senin, 31 Agustus 2020 - 19:04 WIB
loading...
IDI Usul Waktu Kerja...
PB IDI menyampaikan sudah ada 100 dokter yang meninggal dunia. FOTO/ANTARA
A A A
JAKARTA - Pagebluk COVID-19 mulai membuat layanan kesehatan Indonesia rentan. Tenaga medis berguguran dalam tugas. Sementara itu, kasus positif corona belum mereda. Dalam tiga hari terakhir, jumlah yang terpapar virus Sars Cov-II berturut-turut 3.308, 2.858, dan 2.743 orang.

Total orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 sejak merebak di Tanah Air pada awal Maret lalu mencapai 174.796 orang. Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Senin (31/8/2020), ada 74 orang meninggal. Total yang meninggal dunia 7.417 orang.

Masalahnya, orang terpapar bukan hanya masyarakat umum, tetapi tenaga medis, baik dokter maupun perawat, ikut terpapar. PB IDI menyampaikan sudah ada 100 dokter yang meninggal dunia. Dokter yang banyak meninggal di wilayah Jawa Timur dengan jumlah 25 orang, disusul oleh Sumatera Utara 15, dan DKI Jakarta 14 orang. (Baca juga: 100 Dokter Gugur Terpapar Covid-19, PB IDI Keluarkan Empat Instruksi Ini )

"Tentu amat sangat menyedihkan. 100 orang itu banyak sekali. Ada guru besar, doktor, dan spesialis. Demikian pula perawat yang ahli untuk membantu pasien COVID-19. Itu (kasus meninggal) bertahap mulai dari 20 dan 30 orang, kami terus mengikuti," ujar Kasatgas PB IDI Zubairi Djoerban saat dihubungi SINDOnews, Senin (31/8/2020).

Melihat semakin banyaknya dokter yang meninggal, PB IDI membentuk tim untuk memetakan masalah penularan virus Sars Cov-II. Zubairi mengatakan pihaknya melakukan beberapa langkah preventif dan advokasi untuk para dokter. PB IDI meminta pemerintah menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar.

"Artinya, kalau APD-nya sekali pakai ya sekali pakai. Jangan 2-3 kali pakai. APD yang 10 kali pakai, jangan dipakai 20 kali. Kalau harus pakai masker bedah ya jangan yang lain. Kalau di ruangan tertentu harus pake (masker) N95, enggak bisa ditawar lagi," katanya.

Zubairi mengungkapkan banyak dokter yang tertular dan meninggal dunia karena kelelahan dalam bekerja. Dokter ataupun pekerja itu normalnya bekerja tujuh jam dalam enam hari kerja. Bisa juga delapan jam sehari dengan lima hari kerja. (Baca juga: 100 Dokter Wafat, Fahri Hamzah: Krisis Ini Bisa Ciutkan Nyali Paramedis )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Dokter Icha Akhiri Hidup...
Dokter Icha Akhiri Hidup usai Diduga Diintimidasi Legislator Daerah, Puan: Penyelidikan Harus Tuntas
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Sahroni Desak Polda...
Sahroni Desak Polda NTT Tindak Tegas Pelaku Intimidasi yang Diduga Sebabkan Dokter Icha Tewas
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
MNC University Hadiri...
MNC University Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Ekonomi Kerakyatan
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Berita Terkini
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved