Pasang Surut Partai Politik Islam di Dunia Muslim

Senin, 25 November 2024 - 13:56 WIB
loading...
A A A
Memadukan prinsip-prinsip Ikhwani dan Salafi guna menciptakan doktrin politik berdasarkan manhaj Salafi. Para Salafi politik berpandangan khotbah dan pendidikan itu penting, perubahan sistemik juga diperlukan agar prinsip-prinsip Salafi dihormati atau dipromosikan oleh negara. Perkembangan dalam 20 tahun terakhir menandai kemunculan serius gerakan politik Salafi. Kadang-kadang disebut neo-Salafisme atau neo-Salafiyya.

Partai al-Nour adalah salah satu fenomena. Partai Salafi terbesar dan paling sukses dalam kancah politik di Mesir. Dasarnya adalah organisasi Salafist Call yang berbasis di Alexandria.

Partai ini menerima pendanaan Arab Saudi yang signifikan. Ia memiliki hubungan yang ambivalen dengan Ikhwanul Muslimin.

Awalnya partai al-Nour bersekutu dengan Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin pada pemilu 2011-2012, tetapi berselisih dengan kepemimpinan FJP. Al-Nour kemudian membentuk Blok Islam mereka sendiri dengan partai-partai Salafi lainnya. Blok Islam menjadi kelompok terbesar kedua di parlemen dengan 28% suara dan 123 kursi. Al-Nour memiliki 107 kursi, partai terbesar kedua setelah FJP

Keberhasilan al-Nour dipantik karena beberapa faktor. Kemampuan untuk memobilisasi basis dukungan masyarakat yang kuat. Efektivitas khotbah Salafi melalui media baru, terutama media sosial; banyak pengkhotbah Salafi populer dan karismatik yang mendukung al-Nour.

Citra oposisi berprinsip terhadap rezim Mubarak, dibandingkan dengan Ikhwanul Muslimin, yang dipandang terlalu akomodatif. Kebijakan Al-Nour berfokus pada pendidikan Islam dan masalah moralitas.

Mendukung penggulingan militer Mursi dan mendukung kepresidenan Sisi. Namun, terjadi pembalikan tajam nasib elektoral pada tahun 2015; di mana ia hanya memenangkan 11 kursi. Partai ini memudar prospek politiknya di bawah rezim Sisi.

Singkatnya, partai-partai politik Islam sangat beragam dengan corak ideologi yang berbeda. Namun, Ketika mereka masuk ke dalam system pemerintahan mereka mengalami pelunakan ideologi dan ikut beradaptasi dan menggunakan pragmatism politik agar bisa ikut dalam system pemerintahan. Satu hal yang pasti Ketika di dalam sistem ideologi Islamnya melunak dan acap berkoalisi dengan partai yang beragam. Ini yang disebut dengan tesis inklusi moderat.

Menjelang pelaksanaan Pilkada di tanah air serentak pada 27 November 2024, partai-partai politik Islam di Tanah Air akan ikut berlaga memperebutkan beberapa posisi eksekutif di berbagai daerah. Sejumlah partai Islam yang akan berlaga dalam Pilkada kali ini adalah di antaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang calonnya akan berlaga di Depok dan DKI Jakarta.

Apakah partai PKS, yang merupakan partai yang mengalami proses pelunakan ideiologi Islam, mengalami teori inklusi moderat, akan berjaya dalam Pilkada yang akan digelar ini atau justru malah terpuruk akan ditentukan oleh pemilih yang sebagian besarnya adalah umat Islam.

Satu hal yang pasti ketika partai Islam masuk ke dalam sistem politik, maka yang mesti dinilai adalah program dan keberpihakan pada rakyat yang inklusif, karena beda partai politik Islam dan sekuler tidak besar. Umat Islam jangan hanya terpaku pada nama dan slogan Islami, tetapi keberpihakan dan kinerja pemerintahannya yang mesti dinilai.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Kiai Said: Muslim China...
Kiai Said: Muslim China Bisa Menjadi Jembatan Penghubung Peradaban Global
MABIMS Sepakati 8 Resolusi...
MABIMS Sepakati 8 Resolusi Falak, Indonesia Tuan Rumah Bimtek Hisab Rukyat 2026
103 Negara Berkumpul...
103 Negara Berkumpul Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Rusia dan Dunia Islam
Rekomendasi
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Baper dan Penuh Twist!...
Baper dan Penuh Twist! Bring Back My Heart Jadi Microdrama yang Wajib Ditonton di V+Short
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved