Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB
loading...
Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin menegaskan bahwa Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Perempuan Bangsa bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk menyusun arah baru perjuangan politik perempuan Indonesia agar semakin relevan dengan tantangan zaman. Hal tersebut dikatakannya saat membuka muspimnas bertema "Arah Baru: Penguatan Peran Politik Perempuan Indonesia".
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa se-Indonesia untuk masa bakti 2026–2031. "Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Perempuan harus hadir sebagai pembawa nilai-nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kasih sayang dalam kehidupan berbangsa," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Rustini menekankan bahwa kehadiran perempuan di ruang politik bukan untuk menggantikan laki-laki, melainkan menjadi mitra sejajar dalam membangun Indonesia. Menurutnya, perempuan memiliki keistimewaan karena mampu menjalankan berbagai amanah secara bersamaan.
Baca juga: Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Selain menjadi pendidik pertama bagi anak-anak dan penguat keluarga, perempuan juga mampu menjadi penggerak organisasi, ekonomi, sosial, hingga politik. "Di ruang domestik, perempuan menjaga nilai, akhlak, dan ketahanan keluarga. Di ruang publik, perempuan mengelola organisasi, membangun jaringan, menggerakkan logistik kegiatan, mengatur strategi, dan memastikan roda perjuangan terus berjalan," tuturnya.
Karena itu, Rustini menegaskan tidak boleh lagi ada anggapan bahwa perempuan harus memilih antara keluarga atau pengabdian kepada masyarakat. "Dengan dukungan keluarga dan manajemen yang baik, perempuan mampu menjalankan keduanya secara bertanggung jawab," tegasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan 38 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa se-Indonesia untuk masa bakti 2026–2031. "Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Perempuan harus hadir sebagai pembawa nilai-nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, dan kasih sayang dalam kehidupan berbangsa," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Rustini menekankan bahwa kehadiran perempuan di ruang politik bukan untuk menggantikan laki-laki, melainkan menjadi mitra sejajar dalam membangun Indonesia. Menurutnya, perempuan memiliki keistimewaan karena mampu menjalankan berbagai amanah secara bersamaan.
Baca juga: Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Selain menjadi pendidik pertama bagi anak-anak dan penguat keluarga, perempuan juga mampu menjadi penggerak organisasi, ekonomi, sosial, hingga politik. "Di ruang domestik, perempuan menjaga nilai, akhlak, dan ketahanan keluarga. Di ruang publik, perempuan mengelola organisasi, membangun jaringan, menggerakkan logistik kegiatan, mengatur strategi, dan memastikan roda perjuangan terus berjalan," tuturnya.
Karena itu, Rustini menegaskan tidak boleh lagi ada anggapan bahwa perempuan harus memilih antara keluarga atau pengabdian kepada masyarakat. "Dengan dukungan keluarga dan manajemen yang baik, perempuan mampu menjalankan keduanya secara bertanggung jawab," tegasnya.
Lihat Juga :