Bantah Anggaran Influencer, Pengamat Pariwisata: Kemenparekraf Fokus Manajemen Krisis Covid-19
Senin, 24 Agustus 2020 - 08:29 WIB
loading...
Wisatawan mengunjungi Kampung Adat Bena yang merupakan perkampungan megalitikum yang berada di kaki Gunung Inerie di Desa Tiwu Riwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, NTT. Foto: SINDOnews/Abdul Rochim
A
A
A
JAKARTA - Pengamat pariwisata Hilda Ansariah Sabri menilai temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) soal anggaran influencer di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) salah alamat, menyusul data yang digunakan bukan data Kemenparekraf terkini.
"Itu bukan data sekarang. Bukan ditujukan ke Kemenparekraf, Wishnutama Kusubandio dan Angela Tanoesoedibjo. Salah alamat," kata Hilda dalam pernyataannya, Minggu (23/8/2020).
Hilda mengatakan penelitian dilakukan pada 14-18 Agustus 2020 dengan menelusuri Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Namun, data yang digunakan tersebut dari tahun 2014 - 2018.
Saat ini, lanjut Hilda, Kemenparekraf fokus pada penanganan dampak Covid-19 pada seluruh sektor pariwisata. "Sekarang ini 215 negara terkena pandemi Covid-19," ungkapnya
(Baca: Influencer-Buzzer Nihilkan Peran Jubir Istana dan Humas Pemerintahan)
"Itu bukan data sekarang. Bukan ditujukan ke Kemenparekraf, Wishnutama Kusubandio dan Angela Tanoesoedibjo. Salah alamat," kata Hilda dalam pernyataannya, Minggu (23/8/2020).
Hilda mengatakan penelitian dilakukan pada 14-18 Agustus 2020 dengan menelusuri Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Namun, data yang digunakan tersebut dari tahun 2014 - 2018.
Saat ini, lanjut Hilda, Kemenparekraf fokus pada penanganan dampak Covid-19 pada seluruh sektor pariwisata. "Sekarang ini 215 negara terkena pandemi Covid-19," ungkapnya
(Baca: Influencer-Buzzer Nihilkan Peran Jubir Istana dan Humas Pemerintahan)
Lihat Juga :