Ahli Sandingkan Data Hasil Hitung Versi KPU dan Lembaga Survei: Error Tak Sampai 0,1%
Rabu, 03 April 2024 - 10:15 WIB
loading...
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan Marsudi Wahyu Kisworo sebagai Ahli dari pihaknya dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan Marsudi Wahyu Kisworo sebagai Ahli dari pihaknya dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 . Ia memaparkan soal perbedaan hasil hitung versi KPU dan sejumlah lembaga lain.
"Apakah di Sirekap ada kejahatan? Saya hanya ingin menampilkan data saja," ujar Marsudi di Ruang Sidang MK, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Baca juga: Sidang Sengketa Pilpres Hari Ini: Pembuktian Pihak KPU dan Bawaslu
Marsudi kemudian menampilkan hasil rekapitulasi nasional terhadap perolehan suara ketiga pasangan capres dan cawapres dengan hasil hitung cepat 12 lembaga lainnya mulai dari Kawal Pemilu, Litbang Kompas, Poltracking, Charta Politika, PRC, LSI, Indikator, LSI Denny JA, Populi, SMRC, CSIS Cyrus, dan Kedai Kopi.
Dalam data yang dipaparkan, hasil nasional versi KPU tidak mempunyai selisih yang signifikan dari 12 lembaga lainnya. Adapun hasil dari KPU ini paralel dengan hasil dari Sirekap.
Hanya terdapat beberapa hasil hitung versi KPU yang jumlahnya lebih besar dari lembaga lainnya. Meski ada perbedaan hitung, angkanya tidak mencapai 1%.
"Kalau kita lihat di sana, 12 lembaga hitung cepat ini angkanya tidak berbeda jauh dari hasil Sirekap maupun dari hasil KPU 360 (SK)," tuturnya.
"Apakah di Sirekap ada kejahatan? Saya hanya ingin menampilkan data saja," ujar Marsudi di Ruang Sidang MK, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
Baca juga: Sidang Sengketa Pilpres Hari Ini: Pembuktian Pihak KPU dan Bawaslu
Marsudi kemudian menampilkan hasil rekapitulasi nasional terhadap perolehan suara ketiga pasangan capres dan cawapres dengan hasil hitung cepat 12 lembaga lainnya mulai dari Kawal Pemilu, Litbang Kompas, Poltracking, Charta Politika, PRC, LSI, Indikator, LSI Denny JA, Populi, SMRC, CSIS Cyrus, dan Kedai Kopi.
Dalam data yang dipaparkan, hasil nasional versi KPU tidak mempunyai selisih yang signifikan dari 12 lembaga lainnya. Adapun hasil dari KPU ini paralel dengan hasil dari Sirekap.
Hanya terdapat beberapa hasil hitung versi KPU yang jumlahnya lebih besar dari lembaga lainnya. Meski ada perbedaan hitung, angkanya tidak mencapai 1%.
"Kalau kita lihat di sana, 12 lembaga hitung cepat ini angkanya tidak berbeda jauh dari hasil Sirekap maupun dari hasil KPU 360 (SK)," tuturnya.
Lihat Juga :