Sidang Sengketa Pilpres 2024, Saksi Sebut Ada Ratusan Ribu Suara Berubah di Sirekap

Selasa, 02 April 2024 - 19:22 WIB
loading...
Sidang Sengketa Pilpres...
Saksi fakta yang dihadirkan Tim Hukum Ganjar-Mahfud mengungkapkan ada ratusan ribu suara berubah di Sirekap KPU. Foto/Gedung KPU/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Saksi fakta yang dihadirkan Tim Hukum Ganjar-Mahfud mengungkapkan ada ratusan ribu suara berubah di Sistem Informasi Rekapitulasi ( Sirekap ) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal itu diungkapkan oleh saksi Hairul Anas dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (2/4/2024).

"Saya lihat ada perubahan sebanyak 443.453 kali terhadap data yg pernah diinput. Kemudian itu terjadi di sekitar 244.533 TPS, artinya ada perubahan dalam data Sirekap," ucap Hairul dalam sidang.

Baca juga: Roy Suryo Pertanyakan Sertifikasi Sirekap KPU

Angka itu, diperoleh Hairul dengan menjumlahkan perolehan suara tiga kandidat Pilpres 2024. Ia pun membandingkan dengan suara sah dengan Form C Hasil.

"Kalau itu saya bandingkan itu ada selisih 23.423.395. Kemudian saya juga melakukan pengecekan chek sum pengguna total dibanding dengan suara total. Itu ada selisih di atau tidak sama 32 hampir 33 ribu TPS," ucapnya.

"Cukup fantastis di sini, seandainya kalau C-1 itu ada tanggal ya, adalah tanggal di fotonya C-1 atau C hasil, maka di situ yang melewati tanggal 15 ada 324 ribu kalau engga salah. Jadi ada upload foto yang sebenarnya diambil fotonya sudah lewat tanggal 15 (Februari)," tutup Hairul.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Gantikan Anwar Usman,...
Gantikan Anwar Usman, Liliek Prisbawono Adi Resmi Jadi Hakim MK usai Ucap Sumpah
Respons KPK soal MK...
Respons KPK soal MK Putuskan Hanya BPK Berhak Hitung Kerugian Negara
Aturan Uang Pensiunan...
Aturan Uang Pensiunan DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK: Bikin UU Baru
MK Nyatakan Gugatan...
MK Nyatakan Gugatan Roy Suryo dkk Soal KUHP dan UU ITE Tidak Jelas
Kuasa Hukum Yakin Permohonan...
Kuasa Hukum Yakin Permohonan PHPU Boven Digoel Ditolak MK, Rony Omba-Marlinus Bakal Tetap Dilantik
MK Dorong Revisi UU...
MK Dorong Revisi UU Pengelolaan Zakat, Momentum Perbaikan Tata Kelola Nasional
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
Rekomendasi
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Setelah Sintya Marisca,...
Setelah Sintya Marisca, VISION+ Perkenalkan Jeremie Tobing di First Look My Chef in Crime
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Ada Indonesia, Berikut...
Ada Indonesia, Berikut 7 Negara Terkaya di Asia versi IMF 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved