Apa yang Diharapkan Indonesia Bergabung dengan OECD?

Rabu, 13 Maret 2024 - 03:18 WIB
loading...
Apa yang Diharapkan...
Foto: Istimewa
A A A
SELANGKAH lagi Indonesia resmi menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development(OECD) atau Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Peluang ini diraih setelah Dewan OECD membuka diskusi aksesi dengan Indonesia sejak 20 Februari 2024.

baca juga: Mengenal OECD, Indonesia Ngebet Ingin Jadi Anggotanya

Langkah berikutnya yang masih harus ditempuh adalah menyusun Peta Jalan Aksesi yang dimulai dengan pemetaan gap kebijakan Indonesia dengan standar OECD. Rencananya, Peta Jalan Aksesi akan diluncurkan pada Pertemuan Tingkat Menteri OECD di bulan Mei 2024 mendatang, untuk selanjutnya dilakukan proses penyelerasan kebijakan dan standar regulasi.

Keseluruhan proses yang dibutuhkan hingga resmi menjadi anggota OECD diperkirakan memakan waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Perkiraan ini berkaca pada pengalaman Chile, Estonia, Slovenia, Latvia, Lithuania. Kepastian Indonesia melangkah menjadi anggota OECD disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Dinner Reception In Conjunction With Indonesia’s Accession to The OECD With OECD Heads of Mission in Jakarta, Rabu (28/02).

Acara tersebut melibatkan 33 perwakilan negara anggota OECD. Dalam momen tersebut mereka menyampaikan dukungan proses diskusi aksesi bagi Indonesia. Mereka optimistis Indonesia mampu menjadi keanggotaan penuh OECD dan meyakini proses aksesi Indonesia akan berdampak positif bagi kedua belah pihak.

“Saya mengucapkan selamat untuk Indonesia, untuk permulaan pembukaan proses diskusi aksesi ini, dan ini luar biasa karena menjadi rekor keputusan diskusi aksesi yang relatif cepat, dalam 7 bulan saja,” ungkap United Kingdom Ambassadors to Indonesia Dominic Jermey.

Dari pihak OECD sejauh ini telah memberikan dukungannya terhadap keinginan Indonesia menjadi anggota penuh OECD. Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. Rencananya, keinginan Indonesia menjadi anggota penuh OECD akan dibahas dalam pertemuan Dewan OECD September mendatang. Jika mendapatkan persetujuan, proses teknis menjadi anggota OECD akan dimulai.

Peluang Indonesia bergabung dengan OECD terbuka karena merupakan negara ekonomi terbesar di kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Data teranyar menyebutkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17% di Kuartal II-2023 atau 5,11% di sepanjang Semester I-2023. Neraca perdagangan melanjutkan tren positif selama 38 bulan berturut-turut, surplus USD 7,82 miliar pada Triwulan II 2023.

Selain variabel perekonomian, Indonesia juga memiliki modalitas sebagai negara demokratis, mitra strategis bagi OECD dan negara anggota OECD, hingga peran kepemimpinan global. Indonesia merupakan negara pertama di ASEAN yang diundang untuk membuka diskusi aksesi OECD.

Di level Asia, Indonesia berpotensi menjadi negara ke-3 setelah Jepang dan Korea. Sebelumnya, Indonesia telah menjadiKey PartnerOECD sejak 2007, dan telah memilikiFramework Cooperation AgreementdanJoint Work Programme,yang disusun berdasarkan prioritas nasional dan kepentingan strategis Pemerintah Indonesia.

baca juga: Apa Saja Keuntungan Indonesia Jika Bergabung dengan OECD?

Keputusan pemerintah untuk bergabung menjadi anggota organisasi dengan 38 negara anggota yang mencerminkan sekitar 60% nilai produc domestic bruto (PDB) dan perdagangan global sebenarnya terbilang mengejutkan. Betapa tidak, sebelumnya pemberitaan tentang adanya rencana bergabung dalam OECD relatif tidak terdengar. Malahan yang nyaring justru wacana menjadi anggota BRICS. Kabar tersebut bergulir usai pertemuan di Cape Town, Afrika Selatan, pada Kamis 1 Juni 2023.

OECD dan Peran

OECD merupakan sebuahorganisasi internasional dengan 30 negara anggota yang menerima prinsipdemokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Organisasi yang dibentuk pasca 1948 awalnya hanya beranggotakan negara-negara Eropa, dengan nama Kerja Sama Ekonomi Eropa (OEEC-Organisation for European Economic Co-operation).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Apresiasi Pidato Prabowo...
Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Rampai Nusantara: Memberikan Ketenangan bagi Rakyat
Prabowo: Waktu Saya...
Prabowo: Waktu Saya Enggak Berkuasa, Ibu Mega juga Bantu Saya di Bidang Ekonomi
Prabowo Janji Bangun...
Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 3 Tahun
Kesinambungan Melemahnya...
Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Rekomendasi
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Berita Terkini
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved